TFDA: 1.300 ton produk minyak goreng tercemar ditarik dari peredaran

02/07/2026 18:44(Diperbaharui 02/07/2026 18:44)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Daftar minyak goreng berbahan dasar kedelai yang dipasok kepada tiga produsen minyak pangan terbesar di Taiwan. (Sumber Foto : TFDA)
Daftar minyak goreng berbahan dasar kedelai yang dipasok kepada tiga produsen minyak pangan terbesar di Taiwan. (Sumber Foto : TFDA)

Taipei, 2 Juli (CNA) Sebanyak 1.300 ton produk minyak goreng yang diketahui mengandung kadar benzopirena, senyawa karsinogenik, melebihi ambang batas telah ditarik dari peredaran, kata pejabat Direktorat Jenderal Pengawas Obat dan Makanan Taiwan (TFDA) pada Kamis (2/7).

Wakil Direktur Jenderal TFDA Tsai Shu-chen (蔡淑貞), dalam konferensi pers mingguan Kabinet mengatakan, minyak goreng berbahan dasar kedelai yang tidak memenuhi standar tersebut diproduksi oleh Central Union Oil Corp. yang berbasis di Taichung. Produk tersebut dipasok kepada tiga produsen minyak pangan terbesar di Taiwan, yakni Taisun, Fwusow Industry, dan Fopco, serta dipasarkan dalam kemasan 3 liter dan 18 liter.

FDA pada Rabu menyatakan bahwa Central Union melaporkan pada Selasa malam hasil pemeriksaan internal yang menunjukkan kadar benzopirena dalam 1.300 ton minyak kedelai mencapai 8,1 mikrogram per kilogram (μg/kg), melampaui batas maksimum yang diizinkan, yakni 2 μg/kg.

Pejabat TFDA, Hsu Chao-kai (許朝凱) pada Rabu mengatakan kepada media bahwa seluruh minyak yang tidak memenuhi standar tersebut telah dijual kepada ketiga perusahaan itu pada 8 hingga 10 April.

Menurut Hsu, ketiga perusahaan segera menarik produk minyak goreng yang terdampak setelah menerima pemberitahuan dari Central Union mengenai temuan tersebut.

Tsai menjelaskan bahwa berdasarkan Undang-Undang Keamanan dan Sanitasi Pangan, perusahaan minyak pangan diwajibkan melakukan pemeriksaan mandiri secara berkala. Selain itu, FDA juga menugaskan lembaga pihak ketiga untuk melakukan pengujian terhadap produk minyak pangan.

Selama periode 2022 hingga 2025, sebanyak 372 produk dari 240 perusahaan telah diperiksa, termasuk 268 produk yang diuji kandungan benzopirenanya, dan tidak ditemukan adanya penyimpangan, ujar Tsai.

Tsai menambahkan, TFDA bersama Pemerintah Kota Taichung pada Rabu telah melakukan inspeksi di fasilitas Central Union dan memerintahkan perusahaan menghentikan sementara produksi sambil meninjau proses manufakturnya untuk mengidentifikasi penyebab terjadinya penyimpangan tersebut.

Benzopirena diklasifikasikan sebagai karsinogen Golongan 1 oleh Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC).

(Oleh Sean Lin, Shen Pei-yao, dan Jennifer Aurelia)

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.