Taipei, 7 Juli (CNA) Dalam pidato pembukaan Sidang Akademisi Academia Sinica hari Senin (6/7), Presiden Lai Ching-te (賴清德) memuji institusi tersebut atas penemuan-penemuan terbarunya dan berjanji akan memberikan dukungan pemerintah untuk proyek-proyeknya di masa depan.
Lai mengatakan Academia Sinica telah bekerja sama erat dengan berbagai lembaga pemerintah dan institusi penelitian lainnya untuk membangun fondasi bagi pengembangan kecerdasan buatan (AI) di Taiwan.
Mantan Presiden Academia Sinica, James C. Liao (廖俊智), yang mengundurkan diri pada pertengahan Juni, memimpin lembaga tersebut dalam mengembangkan teknologi baru selama satu dekade terakhir, termasuk generasi baru komputer kuantum superkonduktor 20-bit pada saat pemerintah mendorong pengembangan AI, kata Lai.
Selain itu, kata Lai, Academia Sinica juga berfokus pada pengembangan baterai surya yang sangat efisien, sebuah terobosan bagi pengembangan energi generasi baru di Taiwan yang akan membantu membuka jalan untuk mencapai target negara dalam meraih emisi nol bersih pada tahun 2050.
Upaya yang dilakukan Academia Sinica dalam mengembangkan obat-obatan baru dan pengobatan presisi juga diharapkan memberikan kontribusi signifikan terhadap ambisi pemerintah untuk membangun Taiwan yang lebih sehat, kata Lai.
Liao digantikan oleh epidemiolog internasional ternama dan mantan Wakil Presiden Chen Chien-jen (陳建仁) pada 18 Juni, dan dalam pidatonya Lai meyakinkan Chen bahwa pemerintah akan memberikan dukungan dan pendanaan untuk membantu Chen mencapai tujuannya.
Chen mengatakan Academia Sinica akan terus meningkatkan lingkungan penelitian di Taiwan untuk meningkatkan daya saing negara dan juga membangun sistem pendukung guna menarik talenta dari seluruh dunia untuk memperkuat kemampuan riset negara.
Academia Sinica juga sedang mempelajari kemungkinan mendirikan cabang di Kabupaten Yilan di Taiwan timur, kata Chen.
Saat ini, lembaga tersebut memiliki kampus utama di Distrik Nangang, Taipei, dan satu cabang di Tainan, Taiwan selatan.
Menurut Academia Sinica, lebih dari 200 akademisi dari seluruh dunia diperkirakan akan menghadiri pertemuan pekan ini, yang akan berakhir hari Kamis.
Pada hari Selasa dan Rabu, lembaga tersebut akan mengadakan peninjauan kelompok tertutup untuk mempersiapkan pemilihan akademisi baru dan akademisi kehormatan, yang dijadwalkan hari Kamis.
Saat ini, Academia Sinica memiliki 283 akademisi, dengan 68 di bidang matematika dan ilmu fisika, 61 di ilmu teknik, 95 di ilmu kehidupan, dan 59 di bidang humaniora dan ilmu sosial.
Sembilan puluh sembilan di antaranya berasal dari Taiwan dan 184 dari luar negeri, termasuk 15 dari Tiongkok, Hong Kong, dan Makau.