Taipei, 8 Juli (CNA) Central Union Oil Corp. telah didenda sebesar NT$165,2 juta (Rp92,81 miliar) karena tidak segera melaporkan bahwa minyak kedelainya ditemukan mengandung kadar benzo[a]pyrene (BaP) yang berlebihan, yaitu zat karsinogenik.
Ini merupakan denda terbesar yang pernah dijatuhkan oleh lembaga pemerintah pusat dalam kasus keamanan pangan, kata Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan (MOHW) hari Selasa (7/7).
Menteri Kesehatan Shih Chung-liang (石崇良) mengatakan bahwa penyelidikan menemukan Central Union tidak segera memberitahu otoritas terkait masalah tersebut dan telah memberikan informasi yang tidak akurat selama penyelidikan.
Perusahaan tersebut dikenai sanksi berdasarkan Undang-Undang Pengelolaan Keamanan dan Sanitasi Pangan, dan denda tersebut, yang dihitung berdasarkan tingkat pelanggaran dan dampak distribusi produk tercemar, merupakan denda maksimum yang mungkin dijatuhkan, kata Shih.
Minyak kedelai yang diproduksi oleh Central Union mengandung 8,1 mikrogram per kilogram BaP, melebihi batas legal Taiwan sebesar 2 bagian per miliar.
Sekitar 1.300 ton minyak kedelai tercemar yang diproduksi oleh Central Union telah masuk ke rantai pasok melalui tiga perusahaan hilir -- Taisun Enterprise Co., Fwusow Industry Co., dan Formosa Oilseed Processing Co.
Penarikan kembali minyak bermasalah milik Central Union dan produk-produk yang dibuat oleh tiga perusahaan tersebut menggunakan minyak tercemar telah diperintahkan pada 1 Juli, namun hingga 3 Juli, hanya 17 ton yang berhasil ditarik kembali.
Pada 4 Juli, penarikan kembali diperluas ke produk hilir lain yang mengandung setidaknya 20 persen minyak yang terdampak.
Pada Selasa, Shih mengatakan perintah penarikan kembali telah diperluas lagi untuk mencakup semua produk hilir yang dibuat dengan minyak tercemar, tanpa memandang proporsi yang digunakan, artinya setiap produk yang menggunakan minyak kedelai dari kelompok yang tercemar akan ditarik dari peredaran.
Shih mengatakan penyelidikan menemukan masalah pelaporan di seluruh proses, termasuk oleh Namchow Group, Fwusow, dan Taisun.
Namchow adalah perusahaan pertama yang menemukan kadar BaP berlebih melalui pengujian internal pada 13 Mei, kata Shih, namun gagal segera memberitahu otoritas kesehatan setelah menerima hasil tes.
MOHW mengatakan Namchow memberitahu Fwusow tentang hasil tes abnormal pada 10 Juni, dan Fwusow memberitahu Central Union keesokan harinya.
Central Union melakukan pengujian lanjutan pada 16 dan 25 Juni, menerima konfirmasi hasil abnormal pada 29 Juni, dan melaporkan masalah tersebut ke Direktorat Jenderal Pengawas Obat dan Makanan Taiwan pada 30 Juni, kata Shih.
Sementara itu, Menteri Pendidikan Cheng Ying-yao (鄭英耀) mengatakan hari Selasa bahwa 165 sekolah telah melaporkan menggunakan beberapa produk minyak yang terdampak. Semua sekolah telah diinstruksikan untuk berhenti menggunakan produk tersebut dan menariknya sebagai tindakan pencegahan.
Kementerian Pendidikan mengatakan 18 kota dan kabupaten telah mengonfirmasi bahwa sekolah-sekolah mereka tidak menggunakan minyak yang terdampak, sementara otoritas di Taipei, New Taipei, Taichung, dan Keelung melaporkan penggunaan produk tersebut oleh beberapa sekolah di kota mereka.