Taipei, 8 Juli (CNA) Pemerintah Kota Keelung pada hari Rabu (8/7) mencabut izin operasional sebuah taman kanak-kanak lokal terkait kasus kekerasan terhadap anak, dengan penanggung jawab sekolah tersebut didenda total NT$840.000 (Rp472 juta).
Sebuah komite peninjau pemerintah kota menyimpulkan pada tahap kedua investigasi administratif bahwa prasekolah tersebut telah melakukan pelanggaran serius terhadap Undang-Undang Pendidik Prasekolah yang melibatkan beberapa anggota staf, kata Sekretaris Jenderal Kota, Hsieh Hsiao-kun (謝孝昆), dalam konferensi pers.
• Keelung akan mencabut izin prasekolah terkait kasus kekerasan terhadap anak
Penanggung jawab prasekolah, Lin Hsien-chang (林賢章), didenda NT$600.000 karena kekerasan terhadap anak dan NT$150.000 karena memberikan layanan edukasi tanpa kualifikasi yang diperlukan, kata Hsieh.
Ditambah dengan denda yang dijatuhkan pada tahap pertama investigasi -- NT$60.000 sebagai penanggung jawab prasekolah dan NT$30.000 karena gagal melaporkan dugaan kekerasan terhadap anak sebagaimana diwajibkan oleh hukum -- Lin didenda total NT$840.000.
Dua pekerja pengasuhan anak tambahan, Yang Li-yu (楊麗玉) dan Huang Shu-fang (黃淑芳), juga terbukti melakukan kekerasan serius terhadap anak. Masing-masing didenda NT$400.000 dan dilarang secara permanen bekerja di bidang pendidikan anak usia dini, kata Hsieh.
Dua pendidik lainnya didenda masing-masing NT$60.000 atas insiden perlakuan buruk terhadap anak yang kurang serius, tambahnya.
Pemerintah kota meluncurkan investigasi administratif dan mengajukan pengaduan pidana pekan lalu setelah beberapa anak ditemukan dengan memar yang diduga akibat kekerasan di prasekolah tersebut.
Pada tahap pertama investigasi, pihak berwenang menemukan dua pendidik lain, Lin Chia-ching (林佳靜) dan Liu Ke-chieh (劉可婕), melanggar Undang-Undang Pendidik Prasekolah. Keduanya didenda NT$400.000 dan dilarang secara permanen bekerja di bidang pendidikan anak usia dini.
Menyusul kritik publik bahwa hukuman awal terlalu ringan, Wali Kota Keelung Hsieh Kuo-liang (謝國樑) mengatakan pada hari Senin bahwa investigasi akan dilakukan dalam dua tahap, dengan pemerintah kota melakukan peninjauan menyeluruh terhadap rekaman kamera pengawas sebelum memutuskan apakah akan mencabut izin prasekolah tersebut.
Sementara itu, jaksa pada hari Selasa memberikan jaminan kepada enam tersangka setelah memeriksa mereka. Lin Hsien-chang, istrinya -- kepala sekolah prasekolah -- dan Lin Chia-ching masing-masing dibebaskan dengan jaminan NT$200.000, sementara Liu, Yang, dan Huang masing-masing dibebaskan dengan jaminan NT$100.000.
Keenamnya juga dilarang meninggalkan Taiwan sambil menunggu penyelidikan lebih lanjut.
Selesai/ML