Taipei, 9 Juli (CNA) Institut Amerika di Taiwan (AIT) mengatakan hari Rabu (8/7) bahwa kebijakan Amerika Serikat (AS) terhadap Taiwan tidak berubah, menanggapi kritik dari Tiongkok atas pernyataan terbaru Direktur AIT Raymond Greene mengenai pengembangan pesawat nirawak (drone) Taiwan.
Berbicara di forum industri drone di Taichung pada 2 Juli, Greene menggambarkan drone sebagai "kesempatan yang mengubah permainan" untuk memperkuat keamanan Taiwan dan perdamaian di seluruh Indo-Pasifik.
Duta besar de facto AS itu juga mengatakan bahwa "mengubah Taiwan menjadi sarang lebah drone udara, permukaan, dan bawah permukaan" akan membantu mencegah konflik, seraya menambahkan bahwa AS siap bermitra dengan Taipei untuk mewujudkan visi tersebut.
Sebagai tanggapan, juru bicara Kantor Urusan Taiwan Tiongkok (TAO), Chen Binhua (陳斌華) mengkritik Greene atas komentarnya baru-baru ini mengenai isu-isu terkait Taiwan, menuduhnya mempromosikan kekeliruan seperti "dialog tanpa prasyarat," menekan Taiwan untuk mengesahkan anggaran pertahanan khusus, dan memanaskan ketegangan di Selat Taiwan.
Chen juga mengklaim Presiden AS Donald Trump secara terbuka mengatakan ia tidak ingin Taiwan "merdeka" dan tidak akan dengan tergesa-gesa menyetujui penjualan senjata ke Taiwan. Pernyataan Greene, kata Chen, bertentangan dengan "sikap serius" Trump dan berisiko membawa hubungan AS-Tiongkok ke arah yang "berbahaya."
Ia mendesak lembaga-lembaga terkait AS untuk berhenti membuat apa yang ia sebut sebagai "pernyataan yang tidak benar" dan berhenti mengirim "sinyal palsu" kepada apa yang oleh Beijing disebut sebagai "kekuatan separatis kemerdekaan Taiwan."
Menanggapi permintaan komentar dari CNA, juru bicara AIT mengatakan bahwa "komitmen kuat AS terhadap Taiwan tetap bertahan" dan bahwa kebijakan AS tetap tidak berubah, dipandu oleh Undang-Undang Hubungan Taiwan, tiga komunike bersama AS-Tiongkok, dan Enam Jaminan.
Juru bicara itu juga mengutip pernyataan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio pada 2 Juni bahwa AS "ingin melihat status quo dipertahankan seperti adanya," menegaskan kembali bahwa kebijakan Taiwan Washington tidak berubah.
"Posisi lama AS adalah bahwa Beijing harus berinteraksi dengan para pemimpin terpilih Taiwan tanpa prasyarat," kata juru bicara tersebut.
Wang Hung-jen (王宏仁), profesor di Departemen Ilmu Politik National Cheng Kung University, mengatakan kepada CNA bahwa pernyataan Greene "sensitif" dari perspektif Beijing karena dapat diartikan sebagai sinyal dukungan AS terhadap pengembangan militer Taiwan.
Namun, Wang mengatakan Beijing telah "bereaksi berlebihan," dengan alasan bahwa kehadiran Greene di forum tersebut adalah bagian normal dari pertukaran AS-Taiwan.
Ia mengatakan respons keras Beijing mencerminkan kekhawatirannya bahwa industri drone Taiwan telah mencapai tingkat kematangan tertentu, sehingga meningkatkan prospek kerja sama AS-Taiwan yang lebih dalam di sektor tersebut.
Beijing juga tidak senang melihat Greene secara terbuka mendukung pesan bahwa Taiwan telah membuat kemajuan dalam memperkuat kemampuan pertahanan dirinya, kata Wang.
Melalui kritik TAO, Beijing pada dasarnya memberi tahu AS bahwa mereka mengawasi dengan cermat, ujarnya.
Sementara itu, Hung Yao-nan (洪耀南), wakil direktur Institut Studi Tiongkok Tamkang University, mengatakan kepada CNA bahwa Beijing menentang upaya Taiwan untuk mengembangkan kemampuan pertahanannya sendiri, sehingga setiap komentar publik dari AIT mengenai topik tersebut menjadi sangat sensitif.
Hung mencatat bahwa meskipun kritik Beijing secara lahiriah ditujukan kepada AS, tujuan utamanya adalah untuk memberikan peringatan kepada Taiwan.
Hung menambahkan bahwa terlepas dari pernyataan apa pun yang dibuat oleh AIT, mengembangkan kemampuan pertahanan diri tetap menjadi kebutuhan mendasar dan arah strategis yang benar bagi Taiwan.
(Oleh Yang Yao-ju, Lee Ya-wen, Chang Shu-ling, Wu Kuan-hsien, dan Jennifer Aurelia)
>Versi Bahasa Inggris