SEBIMA dan GANAS gelar seminar edukasi dana pensiun bagi PMI

29/06/2026 20:57(Diperbaharui 29/06/2026 20:57)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

SEBIMA dan GANAS Community mengadakan seminar pendidikan mengenai dana pensiun bagi PMI. (Sumber Foto : GANAS)
SEBIMA dan GANAS Community mengadakan seminar pendidikan mengenai dana pensiun bagi PMI. (Sumber Foto : GANAS)

Taipei, 29 Juni (CNA) Serikat Buruh Industri Manufaktur Taiwan (SEBIMA) dan Gabungan Tenaga Kerja Bersolidaritas (GANAS Community) menggelar silaturahmi sekaligus seminar pendidikan mengenai dana pensiun bagi anggota di tempat penampungan milik LSM Taiwan di Hsinchu pada Minggu (28/6), tulis rilis pers GANAS Community.

Pertemuan yang dihadiri sekitar 20 orang tersebut bertujuan untuk mempererat kebersamaan sekaligus meningkatkan pemahaman mengenai isu dana pensiun yang belakangan ramai diperbincangkan, termasuk saat peringatan Hari Buruh Internasional pada 1 Mei lalu, ujar Fajar, ketua GANAS Community kepada CNA.

Fajar menambahkan, kegiatan ini diadakan untuk menjawab pertanyaan rekan-rekan yang tergiur mengenai informasi palsu tentang dana pensiun. Menurutnya, banyak pekerja mempercayai infomasi yang mengatakan pekerja migran Indonesia (PMI) yang pulang mendapatkan dana pensiun.

Padahal, kata Fajar, dana pensiun tidak bisa dicairkan saat PMI pulang, dan hanya bisa diberikan bagi pekerja yang sudah bekerja sepuluh tahun tanpa terputus di satu pemberi kerja. Menurutnya, tidak banyak PMI yang memenuhi hal tersebut.

Meskipun PMI memenuhi syarat tersebut sekalipun, kata Fajar, dana pensiun bisa hanya bisa dicairkan saat pekerja berusia 65 tahun.

Selain itu, Fajar mengatakan, ada banyak pihak tak bertanggung jawab yang mempromosikan penyediaan informasi dana pensiun yang disebutnya menyesatkan, bahkan meminta bayaran PMI sebesar NT$1.000-NT$2.000 (Rp560 ribu-Rp1,12 juta) per konsultasi.

Materi mengenai pemahaman dana pensiun bagi PMI disampaikan Nardi dari Divisi Pendidikan SEBIMA yang menjelaskan mengenai kondisi sistem dana pensiun bagi pekerja migran di Taiwan, menurut keterangan GANAS.

Nardi, dari divisi Pendidikan SEBIMA membuka diskusi bersama. (Sumber Foto : GANAS).
Nardi, dari divisi Pendidikan SEBIMA membuka diskusi bersama. (Sumber Foto : GANAS).

Selain memberikan penjelasan, Nardi juga membuka diskusi mengenai perjuangan SEBIMA bersama GANAS dan penggiat migran lainnya yang terus mendorong agar pekerja rumah tangga migran masuk dalam skema dana pensiun serta seluruh agar seluruh pekerja migran diikutsertakan di skema dana pensiun yang baru. 

Menurut GANAS, peserta tampak antusias berdiskusi, dan semakin memahami bahwa hak dana pensiun pekerja migran masih memerlukan perjuangan bersama.

Dalam sesi lainnya, Fajar juga menjelaskan perkembangan kasus yang ditangani bersama SEBIMA, dari biaya penempatan hingga kecelakaan kerja.

Saat diwawancarai CNA, Nardi menyatakan harapan agar dari kegiatan tersebut, rekan-rekan pekerja migran dapat semakin memahami regulasi ketenagakerjaan.

Selain itu, ia mencatat ada beberapa kebijakan yang dikeluarkan pemerintah Taiwan masih ada yang belum menyentuh pekerja migran maupun regulasi pemerintah Indonesia, yang implementasinya masih dipertanyakan.

(Oleh Miralux)

Selesai/JC/CC

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.