Pekerja migran dituntut atas upaya penyelundupan narkoba melalui paket salep Tailan

29/06/2026 17:48(Diperbaharui 29/06/2026 17:48)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Seorang pekerja migran Tailan (kedua dari kanan) yang diduga berupaya menyelundupkan narkoba dengan paket salep. (Sumber Foto : Otoritas setempat)
Seorang pekerja migran Tailan (kedua dari kanan) yang diduga berupaya menyelundupkan narkoba dengan paket salep. (Sumber Foto : Otoritas setempat)

Taichung, 29 Juni (CNA) Seorang pekerja migran Tailan telah dituntut kejaksaan atas dugaan upaya menyelundupkan narkoba dari negara asalnya dengan menyembunyikannya di dalam salep pereda nyeri yang dikirim menggunakan paket pos, kata kepolisian hari Senin (29/6).

Divisi I Korps Kepolisian Khusus III mengatakan bahwa kepolisian dan Bea Cukai Taichung pada April menemukan sebuah paket pos internasional bertuliskan "barang kebutuhan sehari-hari" dari Tailan yang mencurigakan saat mereka melakukan pemeriksaan.

Setelah dibuka, ditemukan total 55 paket kecil narkotika amfetamin yang telah dibagi-bagi, yang disimpan di dalam lima tabung salep pereda nyeri terkenal dari Tailan, menurut divisi tersebut.

Kasus ini kemudian diserahkan unit investigasi Taichung untuk diselidiki di bawah pimpinan Kantor Kejaksaan Distrik Changhua.

Setelah tim mengumpulkan bukti, diketahui bahwa penerima adalah seorang pekerja migran asal Tailan yang berusia lebih dari 50 tahun. Ia kemudian ditangkap saat datang mengambil paket tersebut.

Kepolisian mengungkapkan bahwa kelompok penyelundup narkoba menggunakan salep terkenal dari Tailan yang sering dibeli wisatawan sebagai tempat menyembunyikan narkotika.

Mereka memasukkan narkoba ke dalam kemasan asli salep untuk memanfaatkan bau kuat salep tersebut guna menghindari deteksi anjing pelacak narkoba dan pemeriksaan bea cukai, kata kepolisian.

Setelah pemeriksaan, kepolisian, pria tersebut diserahkan ke kejaksaan Changhua atas dugaan pelanggaran narkotika. Kejaksaan telah resmi menuntutnya.

Kepolisian menegaskan bahwa penggunaan amfetamin dapat menyebabkan kegembiraan berlebihan, halusinasi, delusi, dan kecenderungan agresif, dan penyalahgunaan jangka panjangnya dapat menyebabkan kerusakan permanen pada otak serta sistem kardiovaskular.

Mengemudi dalam keadaan terpengaruh amfetamin juga dapat menyebabkan kecelakaan lalu lintas serius yang menimbulkan korban jiwa besar, kata kepolisian, mengimbau masyarakat untuk tidak menggunakan narkotika.

(Edison Su dan Jason Cahyadi)

Selesai/ML

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.