Taipei, 28 Jun. (CNA) Hujan sangat lebat yang melanda Taiwan sepekan terakhir telah menyebabkan kerugian pertanian lebih dari NT$95 juta (Rp56,56 miliar) hingga Sabtu pagi (27/6), dengan sebagian besar kerugian terkonsentrasi di Taiwan selatan, menurut Kementerian Pertanian.
Kementerian juga mengumumkan bahwa mereka akan memberikan subsidi dan menyediakan pinjaman berbunga rendah kepada para petani di Kaohsiung dan Kabupaten Pingtung yang paling terdampak oleh hujan deras tersebut, untuk membantu mereka memulihkan lahan pertanian mereka.
Menurut laporan bencana pertanian terbaru yang disusun oleh Kementerian Pertanian berdasarkan penilaian yang diajukan oleh pemerintah daerah, Kaohsiung mencatat kerugian tertinggi sekitar NT$49,25 juta, atau 52 persen dari total kerugian, diikuti oleh Kabupaten Pingtung dengan NT$37,89 juta, atau 40 persen, dan Taoyuan dengan NT$6,16 juta, atau 6 persen.
Kerugian tanaman diperkirakan mencapai NT$83,7 juta. Total 874 hektare lahan pertanian terdampak, dengan tingkat kerusakan rata-rata 24 persen, yang berarti 209 hektare mengalami kerugian tanaman secara total.
Jambu biji menjadi tanaman yang paling terdampak, dengan 183 hektare terdampak dan tingkat kerusakan rata-rata 30 persen, sehingga menyebabkan kerugian sebesar NT$32,34 juta. Selanjutnya adalah pepaya, kucai, nanas, dan melon.
Kerugian di sektor peternakan diperkirakan sebesar NT$5,77 juta, dengan ayam menyumbang bagian terbesar sebesar NT$3,64 juta, diikuti oleh babi, bebek, dan angsa.
Kerugian di sektor perikanan diperkirakan mencapai NT$5,74 juta. Udang galah mengalami kerugian terbesar sebesar NT$4,4 juta, diikuti oleh ikan kakap putih dan nila.