Taipei, 23 Jun. (CNA) Kekhawatiran bahwa sebuah danau penghalang yang baru terbentuk di hulu Sungai Wanli di Kabupaten Hualien dapat meluap dalam 10 hingga 20 hari telah mendorong pihak berwenang untuk mengidentifikasi rumah tangga di daerah berisiko dan mendesak warga untuk mengungsi sebelum batas waktu yang ditentukan.
Danau penghalang tersebut ditemukan pada hari Minggu (21/6) oleh Cabang Hualien dari Direktorat Jenderal Kehutanan dan Konservasi Alam (FANCA). Survei udara menemukan bahwa area longsor yang membentuk danau penghalang tersebut mencakup sekitar 45 hektar, dengan guguran batu yang masih terus terjadi di sana.
Dalam sebuah wawancara radio pada hari Selasa, Menteri tanpa Portofolio Chi Lien-cheng (季連成) mengatakan bahwa danau penghalang tersebut terletak sekitar 20 kilometer di hulu dari Desa Wanrong pada ketinggian sekitar 1.000 meter.
Kapasitasnya diperkirakan mencapai 6 juta meter kubik air, dan jika meluap dapat mengikis penghalang alami serta memicu jebolnya penghalang, di mana hanya 1,5 juta meter kubik air saja sudah mampu menyebabkan dampak signifikan di hilir, kata Chi.
Jika jebol terjadi, Dusun Mingli di Desa Wanrong akan menjadi area pertama yang terdampak, ujarnya.
Danau yang baru terbentuk ini berada sekitar 7 kilometer di utara lokasi danau penghalang Matai'an yang jebol pada September 2025. Jebolnya penghalang tersebut menyebabkan 19 orang tewas dan lebih dari 1.600 rumah di Desa Guangfu, yang terletak tepat di selatan Desa Wanrong, terendam banjir.
Chi mengatakan Cabang Hualien FANCA telah membentuk satuan tugas tanggap darurat dan menugaskan tim dari National Yang Ming Chiao Tung University untuk menilai situasi, dan ia akan pergi ke Hualien pekan depan untuk memberikan arahan terkait upaya kesiapsiagaan bencana.
Saat ini, strategi evakuasi dua tahap telah direncanakan, kata Chi.
Tahap saat ini melibatkan evakuasi pencegahan, sementara evakuasi darurat kedua akan dilakukan jika danau penghalang mulai meluap atau menunjukkan tanda-tanda kegagalan.
Selesai/ja