Taipei catat suhu Mei terpanas dalam sejarah dengan 38,3°C

28/05/2026 11:19(Diperbaharui 28/05/2026 11:19)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Peta panas Taipei pada pukul 14.00 hari Rabu. (Sumber Grafik : facebook.com/CoolCityTaiwan)
Peta panas Taipei pada pukul 14.00 hari Rabu. (Sumber Grafik : facebook.com/CoolCityTaiwan)

Taipei, 28 Mei (CNA) Suhu di stasiun cuaca Taipei mencapai 38,3 derajat Celsius pada Rabu sore (28/5), suhu tertinggi di bulan Mei yang pernah dicatat oleh stasiun tersebut sejak didirikan pada tahun 1896, menurut Direktorat Jenderal Cuaca Pusat (CWA) Taiwan.

Suhu tersebut tercatat sesaat sebelum pukul 3 sore di stasiun yang terletak di Distrik Zhongzheng, Taipei, melampaui rekor suhu Mei sebelumnya sebesar 38,2 derajat yang pernah tercatat dua kali, yaitu pada 28 Mei 2021 dan 27 Mei 2018, kata pemrakira cuaca CWA Tseng Chao-cheng (曾昭誠) kepada CNA.

Tseng mengaitkan panas ekstrem ini dengan kombinasi efek dari sistem tekanan tinggi Pasifik, berkurangnya tutupan awan, dan arus udara turun yang dibawa oleh angin barat daya, yang mendorong suhu lebih tinggi di seluruh Cekungan Taipei.

Pada malam hari, panas juga tetap tidak biasa intens, dengan stasiun Taipei mencatat suhu terendah 28,7 derajat pada Rabu pagi saat angin barat daya memperlambat pendinginan malam hari, kata Tseng.

Di seluruh Taiwan, suhu tertinggi pada Rabu tercatat di Distrik Yujing, Tainan, sebesar 39,8 derajat, sementara Distrik Xindian di New Taipei mencapai 39,6 derajat, menurut data CWA.

Kondisi serupa diperkirakan akan terjadi pada Kamis. CWA mengeluarkan peringatan panas untuk 12 kota dan kabupaten, menyatakan bahwa New Taipei, Tainan, dan Hualien dapat mengalami tiga hari berturut-turut dengan suhu melebihi 38 derajat Celsius.

Suhu di Keelung, Taipei, Taoyuan, Hsinchu, Miaoli, Changhua, Kaohsiung, Pingtung, dan Taitung, sementara itu, dapat melebihi 38 derajat Celsius atau tetap di atas 36 derajat selama tiga hari berturut-turut, menurut peringatan CWA.

Hingga pukul 10.30 pagi, suhu sudah mencapai puncak 37,2 derajat di Distrik Jiaxian, Kaohsiung, dan 37,0 derajat di Kota Zhutian, Kabupaten Pingtung.

Suhu tertinggi yang tercatat di Taipei pada Kamis pagi adalah 34 derajat di Distrik Xinyi.

Ahli meteorologi independen Wu Der-rong (吳德榮) mengatakan bahwa fron hujan musiman diperkirakan akan bergerak ke selatan pada hari Jumat, membawa hujan dan penurunan suhu setelah beberapa hari panas ekstrem.

Sementara itu, Lin Tzu-ping (林子平), kepala Laboratorium Bangunan dan Iklim (BCLab) National Cheng Kung University, memperingatkan bahwa efek pulau panas perkotaan di Taipei semakin parah, dengan suhu malam hari tetap sangat tinggi di area yang padat bangunan.

Menurut laboratorium tersebut, suhu di Distrik Shilin, Taipei, masih mendekati 30,6 derajat Celsius pada pukul 2 pagi Rabu, mencerminkan pola "malam tropis" di mana panas perkotaan yang terakumulasi menghilang secara perlahan setelah matahari terbenam.

Laboratorium tersebut mengatakan panas malam hari yang berkepanjangan dapat menimbulkan risiko kesehatan yang lebih besar dibandingkan panas siang hari karena tubuh manusia tidak dapat mendingin secara efektif saat tidur, meningkatkan stres kardiovaskular dan risiko penyakit terkait panas, terutama di kalangan lansia dan orang yang tidak memiliki pendingin udara.

(Oleh Chang Hsiung-feng, Huang Chiao-wen, Evelyn Kao, dan Jennifer Aurelia)  

>Versi Bahasa Inggris
How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.