Taipei, 28 Mei (CNA) Kementerian Ketenagakerjaan (MOL) mengatakan pada hari Rabu (27/5) bahwa usulan langkah-langkah dukungan keluarga yang diumumkan sebagai bagian dari strategi pemerintah baru untuk mengatasi penurunan angka kelahiran di Taiwan juga akan berlaku untuk pekerja asing tertentu, namun tidak untuk pekerja rumah tangga migran dan perawat tinggal di rumah.
Langkah-langkah tersebut, yang diumumkan sebelumnya pada hari Rabu oleh Presiden Lai Ching-te (賴清德), mencakup perpanjangan cuti menikah dari delapan menjadi 14 hari, cuti melahirkan dari delapan menjadi 12 minggu, dan cuti ayah dari tujuh menjadi 14 hari.
• Presiden Lai uraikan proposal untuk atasi penurunan angka kelahiran di Taiwan
Dalam konferensi pers di Taipei, Menteri Ketenagakerjaan Hung Sun-han (洪申翰) mengatakan bahwa langkah-langkah tersebut juga akan berlaku untuk pekerja asing di Taiwan, termasuk rumah tangga di mana kedua orang tua adalah warga negara asing.
Namun, ia mengatakan bahwa meskipun pekerja migran yang tercakup dalam Undang-Undang Standar Ketenagakerjaan -- seperti mereka yang bekerja di sektor konstruksi dan manufaktur -- akan mendapatkan manfaat dari langkah-langkah tersebut, pekerja rumah tangga migran dan perawat tinggal tidak akan sepenuhnya tercakup.
Hal ini karena kedua jenis pekerja tersebut tidak tercakup dalam Undang-Undang Standar Ketenagakerjaan, yang berarti hak-hak dalam undang-undang tersebut, seperti cuti menikah, tidak berlaku bagi mereka, begitu pula dengan perluasan manfaat yang diusulkan, katanya.
Karena usulan tersebut memerlukan persetujuan dari Yuan Legislatif sebelum dapat diberlakukan, Hung mengatakan kementerian berharap langkah-langkah baru ini dapat diimplementasikan pada 1 Januari 2027.
"Banyak sistem di tempat kerja dihitung secara tahunan, dan perusahaan akan membutuhkan waktu untuk menyesuaikan sistem mereka," jelas Hung.
Untuk perluasan cuti bagi pasangan baru menikah dan calon orang tua, langkah-langkah yang diusulkan juga mencakup subsidi bagi pemberi kerja, di mana pemerintah akan sepenuhnya menanggung upah yang dibayarkan selama hari cuti tambahan yang baru.
Langkah-langkah tersebut juga akan memperluas kelayakan cuti orang tua dari orang tua dengan anak hingga usia 3 tahun menjadi hingga usia 6 tahun, sekaligus memperluas tunjangan cuti orang tua.
Mereka juga mencakup subsidi untuk usaha kecil dan menengah untuk mempekerjakan pekerja pengganti atau memberikan tunjangan pengganti tugas ketika karyawan mengambil cuti terkait pengasuhan anak.
Untuk membiayai langkah-langkah terkait tenaga kerja dalam strategi pemerintah baru, Hung mengatakan pendanaan akan berasal dari anggaran pemerintah dan Dana Asuransi Ketenagakerjaan, dengan total melebihi NT$20 miliar (Rp11 triliun).
Menurut Kementerian Dalam Negeri, kelahiran di Taiwan menurun selama 10 tahun berturut-turut pada tahun 2025 menjadi rekor terendah 107.812, sementara angka fertilitas total berada di angka 0,69, salah satu yang terendah di dunia.