Taipei, 8 Mei (CNA) Tidak ada warga negara Taiwan di kapal pesiar Belanda MV Hondius, kata Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) Taiwan hari Jumat (8/5), membantah rumor bahwa pelancong Taiwan telah kembali ke rumah dari kapal tersebut setelah terjadi wabah hantavirus.
Klarifikasi ini muncul setelah harian Spanyol El País, mengutip seorang penumpang anonim, melaporkan bahwa seorang pelancong dari Taiwan meninggalkan MV Hondius di Saint Helena pada 24 April dan pulang ke rumah.
Dalam sebuah pernyataan, CDC mengatakan telah menghubungi titik fokus International Health Regulations (IHR) di Belanda dan Argentina, serta saluran penghubung di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pada 7 Mei untuk memverifikasi informasi penumpang.
Pihak berwenang di kedua negara kemudian mengonfirmasi bahwa tidak ada warga negara Taiwan yang tercantum dalam daftar penumpang atau awak kapal, kata CDC.
Lembaga tersebut menambahkan bahwa menurut data terbaru yang dirilis oleh operator kapal pesiar Oceanwide Expeditions, kapal tersebut membawa 149 penumpang dan awak kapal, tidak ada satupun yang berasal dari Taiwan.
CDC mengatakan informasi yang tersedia sudah cukup untuk memastikan bahwa klaim adanya penumpang Taiwan di kapal tersebut adalah salah.
Menurut CDC, WHO telah mengidentifikasi delapan kasus hantavirus terkait kapal hingga 5 Mei, termasuk tiga kematian. Tiga infeksi telah dikonfirmasi di laboratorium, dengan dua di antaranya diurutkan secara genetik sebagai infeksi virus Andes.
WHO meyakini wabah tersebut kemungkinan dimulai dari seorang penumpang yang tertular virus melalui paparan lingkungan di Argentina atau bagian lain Amerika Selatan sebelum naik ke kapal, kata CDC. Infeksi berikutnya diyakini melibatkan penularan antar manusia setelah kontak dekat yang berkepanjangan.
WHO menekankan bahwa risiko kesehatan masyarakat secara keseluruhan tetap rendah karena hantavirus tidak mudah menular antar manusia.