Orang tua akan terima tunjangan tambahan satu bulan jika keduanya ambil cuti penuh

08/05/2026 11:38(Diperbaharui 08/05/2026 11:38)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

(Sumber Foto : Dokumentasi CNA)
(Sumber Foto : Dokumentasi CNA)

Taipei, 8 Mei (CNA) Pemerintah berencana untuk mengubah undang-undang untuk memberikan tambahan satu bulan tunjangan cuti orang tua kepada masing-masing orang tua jika keduanya mengajukan tunjangan cuti orang tua penuh selama enam bulan, sebagai upaya untuk mendorong pembagian tanggung jawab pengasuhan anak yang lebih setara, kata Kabinet hari Kamis (7/5). 

Berdasarkan peraturan saat ini, orang tua dapat mengambil cuti orang tua hingga dua tahun sebelum anak berusia 3 tahun. Mereka yang tercakup dalam asuransi ketenagakerjaan berhak menerima tunjangan cuti orang tua hingga enam bulan per anak, menerima 60 persen dari gaji yang diasuransikan ditambah tambahan 20 persen yang disubsidi oleh pemerintah.

Berbicara setelah rapat Kabinet, juru bicara Kabinet Michelle Lee (李慧芝) mengutip Perdana Menteri Cho Jung-tai (卓榮泰) yang mengatakan bahwa pemerintah telah melonggarkan aturan cuti orang tua mulai 1 Januari 2026, memungkinkan cuti diambil per hari, bukan hanya per bulan.

Menteri Tenaga Kerja Hung Sun-han (洪申翰) juga mengatakan pada bulan Maret bahwa kementerian sedang membahas kenaikan usia anak yang memenuhi syarat untuk manfaat cuti orang tua menjadi 6 tahun.

Secara terpisah pada Kamis, anggota parlemen Partai Progresif Demokratik (DPP) Ngalim Tiunn (張雅琳) dan Chen Chun-yu (陳俊宇), bersama Sekretaris Jenderal Taiwan Labour Front Yang Shu-wei (楊書瑋) dan koordinator Childcare Policy Alliance Wang Chao-ching (王兆慶), mengadakan konferensi pers yang menyerukan langkah-langkah dukungan pengasuhan anak yang lebih luas.

Kelompok ini mengadvokasi pengaturan cuti orang tua yang lebih fleksibel, cuti pengasuhan anak dan jam kerja yang fleksibel, serta memperluas kelayakan cuti orang tua bagi orang tua dengan anak berusia 12 tahun ke bawah. Mereka juga meminta agar orang tua diizinkan menerima tunjangan pengasuhan anak dan layanan penitipan anak secara bersamaan.

Sistem saat ini terlalu menyederhanakan pengasuhan anak dengan memaksa keluarga memilih antara merawat anak sendiri atau mengandalkan layanan penitipan anak, sehingga kedua tunjangan tersebut menjadi saling eksklusif, kata Ngalim Tiunn.

Pada kenyataannya, orang tua yang anaknya mengikuti penitipan anak tetap perlu memberikan perawatan di malam hari, saat libur, saat sakit, atau ketika kelas diliburkan, tambahnya.

Tunjangan pengasuhan anak mendukung kebutuhan dasar pengasuhan, sementara tunjangan layanan penitipan anak membantu keluarga mengakses layanan pengasuhan eksternal, yang berarti keduanya memiliki tujuan yang berbeda, jelas Ngalim Tiunn.

Pengaturan cuti dan jam kerja yang fleksibel tetap penting bahkan setelah anak mulai sekolah, karena orang tua masih menghadapi tekanan dari penjemputan sekolah, hari libur, akhir pekan, dan penangguhan kelas yang tak terduga, katanya.

Tekanan pengasuhan anak tidak berakhir ketika anak berusia 6 tahun, dan orang tua membutuhkan mekanisme dukungan yang lebih jelas untuk menghadapi keadaan darurat atau situasi tak terduga, ujar Chen.

Proporsi pria yang mengajukan cuti orang tua meningkat secara signifikan sejak aturan dilonggarkan, menunjukkan bahwa fleksibilitas dan insentif yang lebih besar dapat membantu membagi tanggung jawab pengasuhan anak secara lebih merata, tambah Yang.

Wang mengutip penelitian internasional yang menunjukkan bahwa jam kerja yang panjang berkontribusi pada angka kelahiran yang rendah, seraya menambahkan bahwa pengaturan kerja yang fleksibel dan perluasan kelayakan cuti orang tua tidak hanya akan mendukung keluarga, tetapi juga mendorong bisnis dan tempat kerja untuk lebih memperhatikan tanggung jawab pengasuhan.

Menurut statistik Kementerian Ketenagakerjaan, pria menyumbang 26,02 persen dari pendaftaran tunjangan cuti orang tua pada tahun 2025, naik dari 16,49 persen pada tahun 2009.

(Oleh Lai Yu-chen, Wang Yang-yu, Wu Kuan-hsien dan Miralux)  

>Versi Bahasa Inggris
How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.