Taipei, 30 Apr. (CNA) Seorang pria dalam sindikat penipuan yang menggunakan perangkat lunak penerjemah untuk mengendalikan kurir asing dari jarak jauh telah ditahan tanpa akses komunikasi setelah dilaporkan korban di Kota Hsinchu dan ditangkap di New Taipei, menurut penegak hukum.
Kantor Polisi Kota Hsinchu dalam sebuah rilis pers hari Rabu (29/4) mengatakan seorang pria lansia bermarga Hsu (許) sebelumnya menerima panggilan dari pelaku yang menyamar sebagai penegak hukum, yang mengancam korban dengan alasan keterlibatan dalam kasus kriminal.
Pelaku mengatakan rekening korban harus "diawasi", membuat lansia tersebut menyerahkan empat kartu ATM dan baru menyadari seluruh saldonya telah ditarik habis saat memperbarui buku tabungan dua hari kemudian, kata kepolisian.
Dalam penyidikan, kepolisian menemukan sindikat tersebut sengaja mengatur kurir asing untuk pergi ke lokasi berdasarkan peta guna mengambil kartu, tanpa berkomunikasi langsung saat proses penyerahan. Setelah itu, kurir segera menarik uang dalam waktu singkat sesuai instruksi untuk menghindari pelacakan.
Setelah meninjau rekaman kamera pengawas dan menganalisis bukti, kata kepolisian, mereka mengidentifikasi pria bermarga Chou (周) yang bertanggung jawab mengatur operasi di belakang layar sebagai kepala kurir sekaligus pengelola dana.
Kepolisian kemudian mengajukan surat penangkapan dan surat penggeledahan dari Kantor Kejaksaan Distrik Hsinchu, dan melakukan penyergapan di Distrik Sanchong, New Taipei, di mana mereka berhasil menangkap Chou serta menyita barang bukti berupa ponsel dan laptop.
Kasus ini telah diserahkan ke kejaksaan berdasarkan dugaan tindak pidana penipuan dan pelanggaran Undang-Undang Pencegahan Pencucian Uang, kata kepolisian.
Pengadilan Distrik Hsinchu juga telah memutuskan penahanan tanpa akses komunikasi, dan penyidikan masih terus diperluas untuk mengungkap jaringan, menurut pihak berwenang.
(Oleh Lu Kang-chun dan Jason Cahyadi)
Selesai/IF