Taipei, 29 Apr. (CNA) Para guru di Taiwan akan memperingati Hari Buruh sebagai hari libur nasional untuk pertama kalinya tahun ini, dengan Serikat Pendidikan Tinggi Taiwan (THEU) pada Rabu (29/4) mendesak para pendidik untuk bergabung dalam aksi unjuk rasa Hari Buruh pada 1 Mei dan mendorong reformasi.
Meskipun serikat guru tidak mengadakan aksi resmi pada 1 Mei, THEU mendorong anggotanya untuk menghadiri aksi yang diadakan di seluruh negeri oleh serikat lain, termasuk acara besar di Taipei dan Kaohsiung yang diselenggarakan oleh Aliansi Aksi 1 Mei.
Dalam sebuah konferensi pers, serikat tersebut mengatakan bahwa para guru telah lama dikecualikan dari cuti Hari Buruh meskipun secara luas dianggap sebagai pekerja, sehingga menciptakan kesenjangan di kampus.
Ketua serikat Chou Ping (周平) mengatakan perubahan ini menandai pergeseran dalam pengakuan guru sebagai pekerja, dan menyerukan para pendidik untuk bergabung dalam aksi guna memperkuat suara kolektif mereka dan melindungi kondisi kerja.
Serikat tersebut menguraikan beberapa tuntutan, termasuk meningkatkan tata kelola universitas dengan memungkinkan dosen dan staf berpartisipasi lebih besar dalam pemilihan kepemimpinan, bukan hanya menyerahkan proses tersebut kepada dewan direksi.
Serikat juga menyerukan perlindungan yang lebih kuat bagi pekerja kampus yang rentan, termasuk guru paruh waktu dan berbasis kontrak, untuk mengatasi ketidaksetaraan upah dan ketidakpastian pekerjaan.
Selain itu, serikat menuntut peningkatan manfaat pensiun bagi staf sekolah swasta dan perlindungan pesangon yang dijamin dalam kasus PHK.
Sebelumnya, guru tidak berhak atas cuti Hari Buruh, namun amandemen legislatif yang disahkan pada tahun 2025 menetapkan hari tersebut sebagai hari libur nasional, sehingga 1 Mei 2026 menjadi peringatan pertama bagi para pendidik.
Selesai/ML