Taipei, 23 Apr. (CNA) Serikat pekerja hari Kamis (23/4) menuding Nanya Institute of Technology di Distrik Zhongli, Taoyuan terlibat dalam perundungan dan upaya memaksa seorang dosennya untuk mundur, hingga berujung pada pemutusan hubungan kerja (PHK).
Sekretaris Jenderal Taiwan Higher Education Union, Chang Chih-lun (張志綸) dalam konferensi pers mengatakan bahwa dosen tersebut, Wu Kuo-hui (吳國輝), awalnya berada di pusat studi umum dan pada 2022 pernah ditugaskan kampus untuk "bantu-bantu" di Departemen Manajemen Rekreasi dan Perhotelan.
Pada tahun berikutnya, Wu diberhentikan dengan alasan bahwa tidak ada kelas yang bisa diberikan, sebuah keputusan yang ditolak Kementerian Pendidikan (MOE) dua kali, tetapi kampus tetap menolak mengembalikannya ke pusat studi umum, menurut Chang.
Wu menyatakan bahwa setelah bersaksi di hadapan otoritas investigasi atas pelanggaran Nanya sebelumnya, ia dipaksa hadir ke kampus enam hari per minggu, dengan waktu kerja lebih dari 40 jam per pekan, tanpa menerima uang lembur atau kompensasi cuti.
Ia juga menilai bahwa dirinya bukan kasus tunggal, dan menyebut adanya berbagai dugaan pelanggaran di kampus tersebut, sehingga ia berharap pemerintah memperketat pengawasan.
Menanggapi hal tersebut, Nanya memberikan pernyataan tertulis bahwa kinerja Wu dalam beberapa tahun terakhir selalu berada di peringkat paling bawah di departemennya, sehingga pada tahun akademik 2023/2024 dan 2024/2025 tidak mendapatkan jam mengajar.
Pada tahun akademik 2025/2026, Wu diberikan empat jam waktu mengajar karena ada dosen yang mengajukan pensiun dini, tetapi kampus tetap membayar gaji penuh sehingga tidak ada hak yang dikurangi, menurut Nanya.
Pihak kampus menyatakan bahwa beban mengajar dasar Wu adalah 12 jam, tetapi ia hanya mengajar empat jam, sehingga ia sesuai aturan diajukan ke bagian kepegawaian untuk menjalani proses PHK.
Namun, Nanya juga menambahkan adanya mekanisme kompensasi kekurangan waktu mengajar, di mana dosen dapat melakukan bimbingan akademik atau pembinaan organisasi mahasiswa untuk mengganti jam, tetapi Wu tidak mengajukannya.
Nanya menegaskan mereka telah berupaya semaksimal mungkin untuk mencari solusi melalui berbagai unit pengajaran dan administrasi, tetapi pada akhirnya pihak kampus hanya dapat menjalankan prosedur penempatan dan PHK sesuai regulasi MOE.
Ini, menurut Nanya, dikarenakan spesialisasi Wu yang terlalu sempit dan kemampuan administratifnya tidak dapat disesuaikan dengan kebutuhan berbagai unit, dan kualifikasinya tidak memadai.
(Oleh Chen Chih-chung dan Jason Cahyadi)
Selesai/IF