3 orang dikenakan pembatasan tempat tinggal setelah bentrokan dalam ziarah Mazu

21/04/2026 17:51(Diperbaharui 21/04/2026 17:51)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Kantor Kejaksaan Distrik Changhua. (Sumber Foto : Dokumentasi CNA)
Kantor Kejaksaan Distrik Changhua. (Sumber Foto : Dokumentasi CNA)

Taipei, 21 Apr. (CNA) Tiga tersangka telah dikenakan pembatasan tempat tinggal setelah terlibat bentrokan dengan polisi saat arak-arakan tahunan Dajia Mazu melintasi Kabupaten Changhua pekan lalu, kata Kantor Kejaksaan Distrik Changhua pada hari Selasa (21/4).

Jaksa Changhua mengatakan Pengadilan Distrik Changhua memerintahkan seorang pria berusia 21 tahun bermarga Ko (柯) dan dua bersaudara bermarga Yeh (葉), masing-masing berusia 25 dan 21 tahun, untuk dikenakan pembatasan tempat tinggal setelah memutuskan bahwa penahanan tidak diperlukan.

Tersangka keempat dalam kekerasan tersebut, seorang pria berusia 21 tahun bermarga Chen (陳), sebelumnya telah diperintahkan untuk ditahan oleh Pengadilan Distrik Changhua, karena dianggap berisiko melakukan kolusi dan menghilangkan barang bukti.

• 3 petugas terluka, 2 ditangkap dalam bentrokan selama ziarah Dajia Mazu

Kekerasan terjadi pada larut malam tanggal 18 April ketika sekelompok orang berpakaian oranye bentrok dengan polisi saat prosesi ziarah sembilan hari yang diselenggarakan oleh Kuil Dajia Jenn Lann, yang dimulai sehari sebelumnya, melewati Kota Changhua.

Insiden tersebut menyebabkan tiga petugas polisi terluka. Chen ditangkap di lokasi kejadian, sementara tiga tersangka lainnya, Ko dan saudara Yeh, melarikan diri, namun mereka kemudian ditangkap pada hari Minggu.

Menurut Departemen Kepolisian Kabupaten Changhua, perselisihan yang pecah sekitar pukul 22.50 pada hari Sabtu di antara anggota kelompok yang menyambut prosesi tersebut berkembang menjadi aksi dorong-mendorong. Ketika petugas polisi mencoba melerai, para tersangka diduga menyerang mereka.

Polisi mengatakan keempat tersangka adalah anggota sebuah kuil, dan Ko serta saudara Yeh, yang memiliki catatan kriminal sebelumnya atas pelanggaran termasuk gangguan ketertiban umum, ditemukan membawa narkotika ilegal yang diduga saat ditangkap.

Jaksa mengatakan bahwa saat Chen pertama kali ditangkap, ia juga ditemukan membawa narkoba ilegal, termasuk paket kopi yang dicampur narkoba dan rokok ketamin, serta memiliki afiliasi dengan geng dan catatan kriminal dalam beberapa kasus.

(Oleh Cheng Wei-chen, Ko Lin, dan Muhammad Irfan)

>Versi Bahasa Inggris

Selesai/ML

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.