Tersangka dalam insiden senjata tajam di Kantor Kepresidenan dituntut

21/04/2026 14:15(Diperbaharui 21/04/2026 14:15)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Kantor Kepresidenan. (Sumber Foto : Dokumentasi CNA) 
Kantor Kepresidenan. (Sumber Foto : Dokumentasi CNA) 

Taipei, 21 Apr. (CNA) Seorang pria berusia 64 tahun yang diduga mencoba memasuki kompleks Kantor Kepresidenan di Taipei dengan membawa pisau pada bulan Maret dituntut pada Selasa (21/4) atas beberapa pelanggaran, termasuk membahayakan keselamatan publik, menurut kejaksaan Taipei.

Setelah menyelesaikan penyelidikan atas kasus tersebut pada Selasa, kejaksaan menuntut Lee atas tuduhan melanggar Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dengan membuat ancaman untuk melukai orang lain dan membahayakan keselamatan publik.

Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 02.50 dini hari pada 9 Maret ketika tersangka bermarga Lee (李) tiba dengan taksi dari Keelung dan mengacungkan pisau di depan Kantor Kepresidenan.

• Pria ditangkap karena coba masuk ke Kantor Presiden Taiwan dengan bawa pisau

Ia meneriakkan ancaman terhadap Presiden Lai Ching-te (賴清德), termasuk pernyataan bahwa ia ingin membunuhnya karena Lai adalah "anggota Partai Komunis Tiongkok yang menyamar."

Polisi kota segera menuju lokasi setelah mendapat laporan dari polisi militer, dan kedua kelompok petugas tersebut menangkap Lee. Tidak ada yang terluka dalam insiden tersebut.

Menurut polisi saat itu, pisau tersebut diambil dari Lee, yang tampaknya sedang mencoba mengungkapkan keluhannya.

Setelah penyelidikan awal, kasus Lee dirujuk ke Kantor Kejaksaan Distrik Taipei. Sejak itu, ia ditempatkan dalam tahanan sementara untuk evaluasi kejiwaan.

Surat tuntutan dikeluarkan sebelum ada penentuan atas kondisi mental Lee, yang masih dapat menjadi pertimbangan dalam keputusan pengadilan nantinya.

(Oleh Hsieh Chun-ling, Ko Lin, dan Muhammad Irfan)

>Versi Bahasa Inggris

Selesai/ja

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.