Seniman dicabut penghargaan seninya setelah dinyatakan bersalah atas penyerangan seksual

19/04/2026 14:04(Diperbaharui 19/04/2026 17:02)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

(Sumber Foto : Dokumentasi CNA) 
(Sumber Foto : Dokumentasi CNA) 

Taipei, 19 Apr. (CNA) Kementerian Kebudayaan telah mencabut Penghargaan Seni Nasional yang sebelumnya diberikan kepada seniman Pribumi Sakuliu Pavavaljung, menyusul vonis terbaru atas tuduhan pelecehan seksual.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat, kementerian mengatakan telah menuntut pengembalian hadiah sebesar NT$1 juta (Rp544,5 juta) yang menyertai penghargaan yang diterima seniman tersebut pada tahun 2018.

Langkah ini diambil setelah putusan akhir pada 1 April oleh Mahkamah Agung, yang menolak banding Sakuliu Pavavaljung terhadap keputusan Pengadilan Tinggi yang menguatkan hukuman Pengadilan Distrik Pingtung yang dijatuhkan pada Januari 2025.

Pria berusia 66 tahun itu menerima hukuman penjara empat tahun enam bulan karena melakukan pelecehan seksual terhadap seorang wanita yang saat itu berada di bawah bimbingan artistiknya pada tahun 2021.

Sakuliu Pavavaljung adalah anggota suku Paiwan. Ia dianugerahi Penghargaan Seni Nasional pada tahun 2018 atas karya patung, arsitektur, dan lukisannya, serta upayanya dalam melestarikan kerajinan tradisional Pribumi.

(Oleh Chiu Tsy-yin, Shih Hsiu-chuan, dan Muhammad Irfan)

>Versi Bahasa Inggris

Selesai/ja

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.