Sebanyak 38 kasus dugaan keracunan makanan terkait bento tercatat di Taoyuan

14/04/2026 17:44(Diperbaharui 14/04/2026 17:45)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Petugas Departemen Kesehatan Kota Taoyuan melakukan inspeksi atas laporan dugaan keracunan makanan di Kota Taoyuan. (Sumber Foto : Departemen Kesehatan Taoyuan, 14 April 2026)
Petugas Departemen Kesehatan Kota Taoyuan melakukan inspeksi atas laporan dugaan keracunan makanan di Kota Taoyuan. (Sumber Foto : Departemen Kesehatan Taoyuan, 14 April 2026)

Taoyuan, 14 Apr. (CNA) Sebanyak 38 orang mengalami gejala yang diduga keracunan makanan setelah mengonsumsi hidangan dari sebuah toko bento di Distrik Zhongli, Kota Taoyuan, menurut Departemen Kesehatan Kota Taoyuan pada Selasa (14/4).

Departemen Kesehatan Kota Taoyuan dalam sebuah siaran pers menyatakan bahwa hingga Selasa siang, pihaknya telah menerima laporan dari rumah sakit terkait 38 orang yang mengalami gejala seperti muntah, diare, dan sakit perut setelah mengonsumsi makanan dari gerai Ueno Barbecue Bento cabang Neili.

Sebagian besar korban dilaporkan membeli dan mengonsumsi bento dari toko tersebut pada waktu makan siang dan makan malam pada 13 April.

Otoritas kesehatan segera mengaktifkan mekanisme investigasi dugaan keracunan makanan setelah menerima laporan, serta mengirim petugas untuk melakukan inspeksi. Untuk mencegah risiko meluas, operator usaha telah diperintahkan untuk menghentikan operasional sementara.

Petugas inspeksi melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap proses pengolahan makanan, kebersihan lingkungan kerja, pengelolaan higiene karyawan, serta kondisi penyimpanan bahan pangan.

Selain itu, sampel bahan pangan berisiko tinggi dan sampel lingkungan telah dikumpulkan untuk diuji guna mengidentifikasi kemungkinan penyebab. Pihak berwenang juga akan terus memantau kondisi kesehatan warga yang terdampak.

Departemen tersebut menyatakan bahwa apabila ditemukan pelanggaran terhadap Pedoman Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (GHP), pelaku usaha akan diperintahkan melakukan perbaikan dalam batas waktu tertentu. Jika tidak dipatuhi, pelaku usaha dapat dikenai denda mulai dari NT$60.000 (Rp32,5 juta) hingga NT$200 juta sesuai Undang-Undang Keamanan dan Sanitasi Pangan.

Apabila hasil uji laboratorium mengonfirmasi kasus ini sebagai keracunan makanan, perkara tersebut akan diserahkan kepada Kejaksaan Distrik Taoyuan untuk penyelidikan lebih lanjut.

Departemen Kesehatan juga mengimbau warga yang mengunjungi toko tersebut pada 13 April dan mengalami gejala gangguan pencernaan agar segera memperoleh penanganan medis serta menyampaikan riwayat konsumsi kepada tenaga medis untuk memudahkan pelaporan.

Untuk sengketa konsumen, warga dapat menghubungi Pusat Layanan Konsumen di nomor 1950 untuk memperoleh bantuan.

(Oleh Wu Jui-chi dan Agoeng Sunarto)

Selesai/ja

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.