Penghargaan Sastra Migran ke-11 resmi dibuka

14/04/2026 18:14(Diperbaharui 14/04/2026 18:15)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Konferensi pers Penghargaan Sastra Migran ke-11. (Sumber Foto : CNA, 14 April 2026)
Konferensi pers Penghargaan Sastra Migran ke-11. (Sumber Foto : CNA, 14 April 2026)

Taipei, 14 Apr. (CNA) Penghargaan Sastra Migran ke-11 resmi dimulai Selasa (14/4) dengan pengumpulan karya berlangsung hingga 20 Mei 2026 dan total hadiah mencapai NT$390.000 (Rp211,48 juta).

Dalam konferensi pers yang digelar di CLASSROOM pada Selasa, penghargaan tahun ini menambahkan kategori baru, yakni “Penghargaan Khusus Island Co-Voice FamilyMart” yang mendorong para migran untuk menuliskan pengamatan mereka tentang kehidupan di Taiwan.

Adapun juara utama akan mendapat hadiah NT$150.000; penghargaan juri sebesar NT$80.000; penghargaan unggulan untuk tiga orang dengan masing-masing mendapat hadiah NT$20.000; rekomendasi juri remaja untuk tiga orang pemenang dengan hadiah masing-masing NT$20.000; dan penghargaan khusus Island Co-Voice FamilyMart untuk dua orang dengan masing-masing hadiah NT$20.000.

Pendiri Penghargaan Sastra Migran, Chang Cheng (張正) menyatakan perjalanan penghargaan ini penuh dengan tantangan, namun juga mendapat banyak dukungan dari berbagai pihak sehingga dapat mencapai periode ke-11. 

Menurut dia, ajang ini kini telah menjadi peristiwa sastra penting di kalangan pekerja migran. Dia juga menyebutkan bahwa dengan akumulasi sepuluh edisi sebelumnya dan lebih dari 3.000 karya yang merekam kisah kehidupan, penghargaan ini telah membangun fondasi yang kuat. 

“Selain itu, melalui penerbitan sepuluh buku kumpulan karya dan lebih dari 200 karya sastra, jejak kehidupan para migran telah diubah menjadi pengalaman budaya berharga bagi Taiwan,” kata Chang.

Sejak didirikan pada 2014, penghargaan ini telah menjadi platform penting bagi migran Asia Tenggara di Taiwan untuk menyuarakan pengalaman mereka. Pencapaian selama sepuluh edisi terakhir menjadi bukti keberagaman dan kehidupan bersama di Taiwan, kata Chang. 

“Para migran yang datang dari berbagai tempat membawa cerita, kepekaan, dan jiwa sastra yang mendalam, yang kini dapat terlihat melalui platform ini,” kata dia.

Pengumpulan karya untuk “Penghargaan Sastra Migran ke-11” terbuka bagi pekerja migran, pendatang baru, dan generasi kedua. Cheng menyebutkan bentuk karya yang dapat dikumpulkan beragam, mulai dari puisi, esai, cerita pendek, dan lain-lain, dengan batas maksimal 3.000 kata. 

“Karya akan melalui seleksi awal oleh juri bahasa ibu, diterjemahkan ke dalam bahasa Mandarin, lalu dinilai oleh para ahli di bidang sastra, audiovisual, dan isu sosial,” kata dia.

Chang menegaskan bahwa tujuan utama penyelenggaraan penghargaan ini adalah untuk mengakui suara setiap individu di perantauan, serta melalui kekuatan tulisan, mendorong masyarakat luas untuk belajar mendengar dan memahami, sehingga memperkaya budaya Taiwan. 

“Ajang ini bukan hanya peristiwa sastra, tetapi juga gerakan sosial tentang penghormatan, inklusivitas, dan kehidupan bersama,” kata dia.

Migran telah jadi bagian penting Taiwan

Ketua GrX Studio Tang Sheng-jung (湯昇榮), menyampaikan bahwa saat ini Taiwan memiliki lebih dari dua juta migran dan generasi kedua pendatang baru, yang telah menjadi bagian penting dari masyarakat Taiwan. 

Ia mencontohkan serial “The Outlaw Doctor” yang mengangkat kisah seorang dokter ilegal asal Vietnam dan meraih penghargaan internasional. Serial tersebut juga mengantarkan aktor Vietnam Liên Bỉnh Phát meraih penghargaan Aktor Terbaik Golden Bell Awards, menjadikannya aktor Vietnam pertama yang memenangkan kategori tersebut di Taiwan. Ia menyebut pencapaian ini sebagai tonggak besar.

“Hal ini menunjukkan potensi besar cerita pekerja migran untuk diadaptasi menjadi karya audiovisual dengan daya tarik global,” kata Tang.

Untuk memperdalam hubungan antara migran dan masyarakat lokal, tahun ini penyelenggara bekerja sama dengan FamilyMart sebagai mitra advokasi dan menghadirkan kategori baru dalam penghargaan ini. 

Perwakilan FamilyMart, Huang Min-chun (黃敏淳), menyatakan bahwa minimarket telah menjadi “ruang hidup ketiga” bagi para migran, selain tempat kerja dan tempat tinggal mereka di Taiwan. Di sana, mereka tidak hanya berbelanja, tetapi juga melakukan pengiriman uang, pembayaran, serta pengiriman dan pengambilan paket. Ia berharap para peserta dapat merekam momen keseharian sederhana yang mencerminkan hubungan antarmanusia lintas budaya.

“Penghargaan ini mendorong peserta untuk tidak hanya menulis tentang pengalaman kerja atau kerinduan terhadap kampung halaman, tetapi juga berbagi interaksi dengan masyarakat Taiwan serta keterikatan emosional terhadap pulau ini,” kata Huang.

Konferensi pers pembukaan tahun ini dipandu oleh aktris asal Thailand, Huang Kexin (黃可欣), yang datang ke Taiwan sebagai pekerja migran dan berhasil meraih pengakuan di Golden Bell Awards.

Ia menjadi simbol potensi besar pekerja migran dalam masyarakat Taiwan. Sementara itu, penampilan pembuka dibawakan oleh Kayar Pan Music & Dance Ensemble (珈斑樂舞團), yang menggabungkan unsur musik tradisional Myanmar dengan berbagai instrumen, menghadirkan nuansa seni Asia Tenggara yang kental sekaligus mencerminkan perpaduan budaya di Taiwan.

Penghargaan ini diselenggarakan oleh Wild Grass Creator Association dan GrX Studio, dengan FamilyMart sebagai mitra advokasi. Kegiatan ini juga didukung oleh Kementerian Kebudayaan, Fubon Cultural and Educational Foundation, Rotary Club Taipei Dajia Riverside, serta berbagai organisasi dan institusi lainnya.

(Oleh Muhammad Irfan)

Selesai/ja

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.