Taipei, 9 Apr. (CNA) Mandarin Airlines menangguhkan penerbangan yang dioperasikannya antara Kabupaten Hualien dan Kaohsiung serta Taichung, kata Ketua Chen Ta-chun (陳大鈞) pada Rabu (8/4), dengan alasan permintaan yang menurun dan kerugian yang meningkat.
Tingkat keterisian pada dua rute tersebut telah turun menjadi hanya 20-30 persen, dengan satu penerbangan Kaohsiung-Hualien hanya membawa lima penumpang tahun lalu, kata Chen kepada wartawan.
Ia mengatakan tidak ada gunanya terus mencoba membuat rute tersebut berhasil, terutama karena mereka bisa merugi sekitar NT$70 juta (Rp37 miliar) per tahun berdasarkan harga bahan bakar saat ini, kata Chen.
Perang di Timur Tengah telah mendorong biaya bahan bakar dari 13 persen menjadi 21 persen dari total pengeluaran, dan Chen memperingatkan bahwa kerugian maskapai bisa mencapai 10 persen dari pendapatan tahunan yang diproyeksikan sebesar NT$6 miliar.
Chen mencatat maskapai tidak akan dapat membebankan kenaikan biaya tersebut kepada penumpang karena tarif dasar domestik tetap tidak berubah selama 26 tahun.
Namun, bahkan jika Mandarin Airlines memiliki opsi untuk menaikkan harga, mereka tidak akan bisa melakukannya karena permintaan yang lemah. Faktanya, kata Chen, rute Hualien tetap tidak populer meskipun tarif telah dipotong.
"Bahkan dengan memotong harga setengah pun tidak meningkatkan permintaan," katanya.
Sebaliknya, penerbangan ke pulau-pulau terluar tetap kuat, dengan tingkat keterisian Kaohsiung-Matsu sebesar 94 persen dan penerbangan Kaohsiung-Kinmen hampir penuh.
"Kami bersedia mengoperasikan rute ke Kinmen karena tidak ada alternatif lain," kata Chen. "Tapi Hualien memiliki opsi kereta api dan jalan raya."
Maskapai saat ini menjalankan tiga penerbangan mingguan Taichung-Hualien dan layanan harian Kaohsiung-Hualien.
Chen mengatakan maskapai berharap regulator akan setuju dengan penangguhan tersebut, meskipun belum ada pengajuan resmi, dan mengizinkan kapasitas dialihkan ke rute yang lebih menguntungkan, dengan penerbangan akan dipulihkan jika terjadi gangguan transportasi.
Sebagai tanggapan, Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil (CAA) mengatakan pihaknya memahami situasi tersebut dan akan mengevaluasi rute-rute itu.
Di Taiwan, penyesuaian rute domestik harus diajukan dan disetujui CAA sesuai Undang-Undang Penerbangan Sipil.
Selesai/JC