Taipei, 12 Apr. (CNA) Kenaikan harga tiket pesawat dan ketegangan geopolitik sedang membentuk kembali permintaan perjalanan, dengan pemesanan beralih dari rute yang terdampak menuju Asia, Oseania, dan Amerika Utara, kata General Manager Lion Travel Service Co., Lai Yi-ching (賴一青) pada Jumat (10/4).
Lai mengatakan pemesanan tetap kuat meskipun biaya lebih tinggi, dengan pemesanan tur grup meningkat sekitar 15 persen secara tahunan sejak Maret. Permintaan untuk Australia dan Selandia Baru melonjak sekitar 40 persen, sementara pemesanan ke Amerika Serikat dan Kanada juga meningkat.
Ia mencatat bahwa rute yang transit melalui Timur Tengah lebih terdampak oleh ketidakpastian terkait perang, sehingga para pelancong beralih ke destinasi alternatif.
Destinasi Asia Timur mendapat manfaat dari pergeseran ini, dengan pemesanan tur ke Jepang naik sekitar 40 persen dan Korea Selatan meningkat sekitar 20 persen, kata Lai.
Perjalanan ke Eropa juga tetap tangguh, didukung lebih dari 80 penerbangan langsung mingguan yang dioperasikan maskapai Taiwan, yang membantu mempertahankan permintaan grup, ujarnya.
Meskipun biaya tiket naik, Lai mengatakan permintaan secara keseluruhan terus tumbuh, dengan pendapatan Lion Travel pada Januari dan Februari melebihi periode yang sama tahun lalu.
Kenaikan harga minyak global yang terkait dengan ketegangan di Timur Tengah telah menyebabkan maskapai menaikkan biaya bahan bakar, yang mulai berlaku pada 7 April, sehingga meningkatkan biaya operasional.
Lion Travel, salah satu agen perjalanan terbesar di Taiwan, telah menaikkan biaya perjalanan grup jarak pendek kurang dari NT$2.000 (Rp1,7 juta) dan tur jarak jauh sekitar NT$4.000 per orang, tambah Lai.
Ke depan, permintaan diperkirakan akan tetap kuat, terutama untuk perjalanan jarak pendek di Asia, serta untuk perjalanan grup kecil dan perjalanan korporat, kata Lai.
Selesai/JC