Taipei, 14 Apr. (CNA) Partai Rakyat Taiwan (TPP) memutuskan untuk mengeluarkan legislator kelahiran Tiongkok mereka, Li Chen-hsiu (李貞秀) dari partai pada Senin (13/4) karena pelanggaran disiplin yang berulang, yang berarti ia juga akan dicopot dari keanggotaan di Yuan Legislatif (Parlemen).
Dalam sebuah pernyataan, TPP mengatakan bahwa penyelidikan Komite Peninjauan Pusat menemukan bahwa Li telah membuat banyak pernyataan dan melakukan tindakan yang merugikan reputasi dan merusak persatuan partai.
Selain "pelanggaran disiplin" yang tidak disebutkan secara spesifik, Li menunjukkan "pengabaian terhadap jabatan publik" dengan mengatakan kepada pejabat TPP pada 7 April bahwa ia hanya akan mengundurkan diri dari kursinya di Parlemen jika diberikan uang, menurut pernyataan.
Menanggapi keputusan ini, Li dalam unggahan media sosialnya mengatakan, "Demi kepentingan yang lebih besar," dirinya menerima pemecatan dan tidak akan mengajukan gugatan hukum atau arbitrase apa pun.
Li mengatakan ia tidak ingin melukai partai, tidak mau insiden ini berdampak pada seluruh kelompok pasangan Tiongkok di Taiwan, serta tidak ingin menyakiti pendiri TPP Ko Wen-je (柯文哲) yang telah membimbing dan memberinya kesempatan.
Namun, Li juga menggarisbawahi bahwa dirinya mendapat "tekanan politik tinggi" di mana ia diminta oleh para pejabat TPP untuk secara terbuka mengumumkan pengunduran diri dari posisi legislator setelah sesi interpelasinya di Parlemen pada 7 April.
Hal ini, menurutnya, bertentangan dengan pernyataan saat ini yang menyebut dirinya secara sukarela mengundurkan diri untuk menukar kepentingan.
Li juga menegaskan dirinya telah berulang kali menegaskan di internal TPP bahwa ia tidak akan mengambil uang dari partai maupun Ko dan tidak memerlukan pengaturan jabatan.
"Sikap ini konsisten dari awal hingga akhir, dan dapat diverifikasi pihak-pihak yang hadir maupun catatan terkait," tulisnya, menambahkan bahwa ia menyayangkan dokumen publik pemecatannya "tidak sepenuhnya mencerminkan penjelasan penting saya di atas, sehingga menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat".
"Saya dapat menerima sanksi, tetapi tidak dapat menerima tuduhan yang tidak benar. Saya dapat meninggalkan posisi politik, tetapi tidak dapat melepaskan kehormatan dan integritas pribadi. Sejarah pada akhirnya akan mengungkap kebenaran, dan masyarakat akan memberikan penilaian yang adil," kata Li.
Keputusan untuk memecat Li dari partai berarti ia juga akan kehilangan kursinya di Parlemen dan akan digantikan oleh profesor hukum National Cheng Kung University, Hsu Chung-hsin (許忠信), orang berikutnya dalam daftar partai TPP.
Sementara itu, Komisi Pemilihan Umum Pusat hari Senin menyatakan TPP telah mengirimkan surat resmi kepada mereka mengenai pemecatan Li, dan komisi tersebut sudah mengirimkan surat kepada Parlemen untuk mencabut status keanggotaannya.
Latar belakang
Li, warga negara Taiwan kelahiran Tiongkok pertama yang dinaturalisasi dan menjadi legislator terpilih secara demokratis di Taiwan, masuk ke Parlemen pada Februari sebagai bagian dari aturan masa jabatan dua tahun TPP untuk legislator suara partai.
Masa jabatannya yang singkat didominasi oleh perselisihan dengan pemerintah mengenai apakah ia telah menyelesaikan proses hukum yang diwajibkan untuk melepaskan kewarganegaraan Republik Rakyat Tiongkok.
Di tengah perselisihan tersebut, Li tetap menjalankan tugasnya sebagai legislator, tetapi pejabat pemerintah yang hadir di Parlemen menolak menjawab pertanyaannya dengan alasan ia tidak menjabat secara sah.
Namun, Li dan pemerintah sama-sama tidak mencari upaya hukum apa pun untuk menyelesaikan kebuntuan tersebut.
Namun, posisinya di TPP mulai mendapat sorotan bulan lalu, ketika ia mengklaim dalam sebuah siaran langsung bahwa dalam argumen lisan di sidang korupsi Ko, ia mengetahui sang pendiri partai telah memberikan dana partai sebesar NT$7 juta (Rp3,8 miliar) kepada Wali Kota Hsinchu Kao Hung-an (高虹安).
Li kemudian meminta maaf atas pernyataannya, mengatakan bahwa ia "linglung" dan secara emosional terguncang, tetapi tetap dirujuk untuk penyelidikan disiplin TPP.
Ketika ditanya wartawan tentang keputusan partai pada Senin, Ketua TPP Huang Kuo-chang (黃國昌) mengatakan legislator suara partai seharusnya dapat memenuhi tuntutan para pendukung mereka dan menepati janji kepada pemilih, bukan memperjuangkan keuntungan pribadi.
Ketika ditanya apakah Li telah memenuhi standar tersebut, Huang menjawab "tidak".
Huang menegaskan persoalan ini bukan soal apakah seseorang yang menikahi warga Taiwan adalah pendatang dari Tiongkok atau bukan.
Menurut Huang, Ko sejak awal mengajak para imigran baru, termasuk pasangan Tiongkok, untuk masuk ke daftar pemilihan legislatif melalui suara partai sebagai bentuk implementasi gagasan masyarakat inklusif, seiring dengan TPP yang menilai perlu ada perwakilan yang menyuarakan kepentingan kelompok tersebut.
Selesai/ja