Taipei, 14 Apr. (CNA) Mantan Legislator Partai Progresif Demokratik (DPP) Chen Ou-po (陳歐珀) dinyatakan bersalah atas korupsi dan penggelapan serta dijatuhi hukuman 16 tahun penjara oleh Pengadilan Distrik Taipei pada Selasa (14/4).
Istrinya, Hsu Hui-yu (徐慧諭), juga dinyatakan bersalah atas tuduhan serupa dan dijatuhi hukuman empat tahun enam bulan penjara dalam putusan yang diumumkan pada hari yang sama.
Chen dan Hsu juga dicabut hak sipilnya selama enam tahun dan tiga tahun, masing-masing, menurut pengadilan.
Putusan ini dapat diajukan banding.
Chen, Hsu, dan 14 orang lainnya dituntut Kejaksaan Distrik Taipei pada Agustus 2025 atas dugaan korupsi dan penggelapan, dengan kejaksaan menuntut hukuman gabungan selama 24 tahun dua bulan untuk Chen.
Kejaksaan mengatakan bahwa Chen, yang menjabat sebagai legislator dari 2012 hingga 2024, menerima suap dari United Logistics International Co. antara Januari 2016 dan Juli 2023, dengan keuntungan ilegal sebesar NT$4,63 juta (Rp2,51 miliar).
Sebagai imbalannya, ia menggunakan posisinya sebagai legislator untuk mengadakan rapat, menginterogasi pejabat pemerintah, dan mengusulkan legislasi yang menguntungkan perusahaan tersebut, tuduh kejaksaan.
Ia juga menerima suap lain, termasuk pembayaran NT$500.000 yang disamarkan sebagai donasi dari Ketua Rentcar Quality Assurance Association untuk menangguhkan peraturan yang mengatur industri transportasi bermotor pada September 2018, menurut pengadilan.
Dalam skema terpisah, Chen dituduh membengkakkan gaji beberapa asisten yang didanai publik antara Februari 2012 dan November 2022, sehingga menghasilkan keuntungan ilegal lebih dari NT$4,11 juta, menurut putusan.
Dana tersebut diduga digunakan sebagai tunjangan kantor atau sesuai arahan Chen dan Hsu.
Pengadilan mengatakan Chen mengincar keuntungan ilegal saat menjabat dan merusak etika pejabat, serta mencatat terdakwa hanya mengakui membengkakkan gaji asisten secara curang dan telah mengembalikan keuntungan ilegal tersebut, tetapi membantah semua tuduhan lainnya.
Pengadilan memutuskan hukuman sembilan tahun enam bulan untuk penerimaan suap dari United Logistics, delapan tahun untuk penerimaan suap dari industri transportasi bermotor dan lainnya, serta total sebelas tahun empat bulan untuk penyalahgunaan gaji asisten.
Pengadilan kemudian menggabungkan pelanggaran-pelanggaran tersebut menjadi total hukuman penjara selama 16 tahun.
Kejaksaan mengatakan mereka akan memutuskan apakah akan mengajukan banding setelah menerima putusan tertulis. Hingga Selasa sore, baik Chen maupun perwakilannya belum memberikan komentar atas putusan tersebut.
Sementara itu, Chiu Chun-yen (邱駿彥), kepala Komite Tata Kelola Bersih DPP, mengatakan kepada CNA bahwa badan tersebut akan meninjau kasus ini dalam sebuah rapat tanggal 22 April.
Chen dapat menghadapi tindakan disipliner mulai dari skorsing hingga pemecatan dari partai, kata Chiu.
(Oleh Hsieh Chun-lin, Lin Chang-shun, Yeh Su-ping, Wu Kuan-hsien, dan Jennifer Aurelia)
>Versi Bahasa Inggris
Selesai/JC