Taipei, 14 Apr. (CNA) Sekelompok keju trafel yang diimpor dari Italia baru-baru ini ditolak di perbatasan setelah dinyatakan positif mengandung kadar Escherichia coli (E. coli) yang berlebihan, kata Direktorat Jenderal Pengawas Obat dan Makanan Taiwan (TFDA) pada Selasa (14/4).
Lima sampel dari pengiriman seberat 2,87 kilogram tersebut mengandung antara 23 hingga 93 angka paling mungkin (MPN) per gram. Berdasarkan peraturan Taiwan, tidak lebih dari dua dari lima sampel boleh mengandung antara 10 hingga 100 MPN/g E. coli, sementara tidak ada sampel yang boleh melebihi 100 MPN/g, kata TFDA.
Pengiriman tersebut akan dikembalikan atau dimusnahkan, dan importir akan dikenakan tingkat inspeksi yang ditingkatkan sebesar 20-50 persen, tambah lembaga tersebut.
Juga pada Selasa, TFDA melaporkan bahwa dua batch asparagus dari Tailan ditemukan mengandung 0,02 bagian per sejuta (ppm) pestisida propamokarb hidroklorida, melebihi batas legal sebesar 0,01 ppm.
Kedua pengiriman tersebut, dengan total 730 kilogram, diimpor perusahaan yang sama. Karena hal ini, 100 persen impor perusahaan tersebut di masa depan akan dikenakan inspeksi, kata Liu Fang-ming (劉芳銘), direktur Pusat Manajemen Taiwan Utara TFDA.
Menurut data TFDA, enam dari 1.057 batch asparagus yang diimpor dari Tailan antara 6 Oktober 2025 dan 6 April 2026 gagal memenuhi standar residu pestisida.
Liu menambahkan bahwa dari 3 Februari hingga 13 Mei, impor asparagus dari Tailan akan dikenakan tingkat inspeksi yang ditingkatkan sebesar 20-50 persen.
TFDA juga mencantumkan tujuh pengiriman lain yang tidak memenuhi syarat, termasuk camilan pisang dari Indonesia; nektarin dari Cili; jamur bambu kering dan krisan kering dari Tiongkok; asparagus dan markisa beku dari Vietnam; serta somage, tisane, dan daun peppermint lepas dari Mesir, dengan alasan kadar residu pestisida, pemanis, atau logam berat yang berlebihan.
Selesai/JC