MOFA protes pernyataan perwakilan Brasil bahwa Taiwan bagian dari Tiongkok

13/04/2026 17:33(Diperbaharui 13/04/2026 17:34)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Kementerian Luar Negeri Taiwan. (Sumber Foto : Dokumentasi CNA)
Kementerian Luar Negeri Taiwan. (Sumber Foto : Dokumentasi CNA)

Taipei, 13 Apr. (CNA) Kementerian Luar Negeri (MOFA) melayangkan protes kepada perwakilan Brasil untuk Taiwan setelah ia dalam sebuah wawancara baru-baru ini menegaskan bahwa pemerintahnya menganggap Taiwan sebagai bagian dari Republik Rakyat Tiongkok (RRT).

"MOFA menyatakan ketidakpuasan yang kuat atas pernyataan Direktur Luís Cláudio Villafañe Gomes Santos yang tidak benar dan tidak pantas," kata kementerian dalam sebuah pernyataan.

MOFA menegaskan kembali bahwa Republik Tiongkok (ROC) -- nama resmi Taiwan -- adalah negara yang merdeka dan berdaulat, dan bahwa baik ROC maupun RRT tidak tunduk satu sama lain, serta menambahkan bahwa ini adalah "fakta objektif" yang diakui luas secara internasional.

Pernyataan tersebut dilontarkan setelah kepala Kantor Perdagangan Brasil di Taipei, yang berfungsi sebagai kedutaan de facto Brasil di tengah tidak adanya hubungan diplomatik resmi, membuat pernyataannya dalam sebuah wawancara berbahasa Mandarin yang diterbitkan media daring Up Media pada Minggu.

Dalam wawancara tersebut, perwakilan itu ditanya apakah pekerjaannya di Taipei terpengaruh pernyataan bersama November 2024 yang dikeluarkan RRT dan Brasil setelah kunjungan Presiden Luiz Inácio Lula da Silva, yang menggambarkan Taiwan sebagai bagian dari RRT.

Dalam pernyataan itu, Brasil menegaskan kembali kepatuhannya pada prinsip "satu Tiongkok", mengakui hanya ada satu Tiongkok di dunia dan Taiwan adalah bagian yang tidak terpisahkan dari wilayah Tiongkok. Pernyataan itu juga menyebutkan pemerintah RRT adalah satu-satunya pemerintah sah yang mewakili seluruh Tiongkok.

Santos mengatakan kepada Up Media bahwa Brasil telah mempertahankan posisi ini sejak memutuskan hubungan diplomatik dengan Taiwan demi Beijing pada 1974.

Ia menambahkan bahwa Brasil tidak mengakui Taiwan sebagai negara merdeka, sejalan dengan posisi sebagian besar negara di dunia.

(Oleh Joseph Yeh dan Jason Cahyadi)

>Versi Bahasa Inggris

Selesai/ja

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.