Taipei, 12 Apr. (CNA) Ekspor Taiwan mencapai rekor bulanan baru pada Maret, melonjak lebih dari 60 persen dibandingkan tahun sebelumnya, seiring dengan terus meningkatnya permintaan global untuk aplikasi kecerdasan buatan (AI), kata Kementerian Keuangan (MOF) pada Jumat (10/4).
Data yang dikumpulkan oleh MOF menunjukkan bahwa penjualan luar negeri negara tersebut mencapai total US$80,18 miliar (Rp1,37 kuadriliun), naik 61,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menandai pertumbuhan tahunan selama 29 bulan berturut-turut.
Impor Taiwan pada bulan Maret naik 38,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya menjadi rekor baru sebesar US$58,91 miliar karena ledakan AI mendorong pemasok Taiwan untuk membeli peralatan guna ekspansi, kata MOF. Pada Maret, Taiwan mencatat surplus perdagangan sebesar US$21,27 miliar, naik 206,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada kuartal pertama, Taiwan membukukan ekspor sebesar US$195,74 miliar, naik 51,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan melaporkan impor sebesar US$142,78 miliar, naik 34,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya dengan surplus perdagangan sebesar US$52,96 miliar, naik 124,2 persen, menurut data.
Pada Maret, industri perangkat informasi dan komunikasi/audio dan video terus memimpin ekspor Taiwan dengan ekspor melonjak 134,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya menjadi rekor baru sebesar US$39,73 miliar, kata MOF.
Industri komponen elektronik membukukan ekspor sebesar US$25,24 miliar pada Maret, naik 44,0 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan penjualan luar negeri dari pemasok semikonduktor mencapai US$23,99 miliar, naik 45,7 persen, tambah MOF.
Kekuatan sektor ekonomi lama tetap tidak merata karena industri mesin mendapat manfaat dari permintaan peralatan semikonduktor, membukukan ekspor sebesar US$2,36 miliar pada Maret, naik 16,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Sebaliknya, industri logam dasar mengalami penurunan ekspor sebesar 7,4 persen menjadi US$2,35 miliar akibat penurunan penjualan baja dan tembaga, menurut data.
Juga pada Maret, Amerika Serikat (AS) menjadi pembeli terbesar barang Taiwan dengan pembelian sebesar US$28,54 miliar, naik 124,0 persen dibandingkan tahun sebelumnya karena tingginya permintaan perangkat teknologi dan menyumbang 35,6 persen dari total ekspor Taiwan, di depan Tiongkok dan Hong Kong (US$18,23 miliar) serta negara-negara ASEAN (US$16,46 miliar).
Beatrice Tsai (蔡美娜), direktur jenderal Departemen Statistik MOF, mengatakan bahwa dengan munculnya AI dan restrukturisasi rantai pasok global, portofolio pembeli Taiwan telah berubah dan pasar AS kini memiliki porsi yang lebih besar.
Ekspor ke AS, Tiongkok dan Hong Kong, serta blok ASEAN, semuanya mencapai rekor tertinggi sepanjang masa pada Maret, kata Tsai.
Melihat ke depan, MOF mengatakan permintaan global yang kuat untuk aplikasi AI diperkirakan akan terus mendorong ekspor teknologi Taiwan, sementara kelebihan pasokan dan meningkatnya persaingan dapat terus memengaruhi industri ekonomi lama lokal.
MOF memperkirakan ekspor akan berkisar antara US$70 miliar hingga US$73,5 miliar pada April, naik 44-51 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menandai kenaikan tahunan bulanan ke-30 berturut-turut.
Selesai/JC