Legislator soroti kelelahan kerja berlebih pekerja sosial di Taiwan

01/04/2026 16:57(Diperbaharui 01/04/2026 16:57)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Legislator DPP Wu Pei-yi (tengah) dan Huang Jie (kedua dari kanan) serta perwakilan serikat pekerja sosial Taipei dan Kaohsiung dalam konferensi pers di Yuan Legislatif pada Rabu. (Sumber Foto : CNA, 1 April 2026)
Legislator DPP Wu Pei-yi (tengah) dan Huang Jie (kedua dari kanan) serta perwakilan serikat pekerja sosial Taipei dan Kaohsiung dalam konferensi pers di Yuan Legislatif pada Rabu. (Sumber Foto : CNA, 1 April 2026)

Taipei, 1 Apr. (CNA) Legislator Partai Progresif Demokratik (DPP) hari Rabu (1/4) menyoroti kelelahan kerja berlebihan di kalangan pekerja sosial, seraya menyerukan pengurangan beban administratif serta penguatan penyediaan sumber daya psikologis dan dukungan emosional bagi mereka.

Dalam konferensi pers di Yuan Legislatif, Taipei Social Workers Union mengungkap survei dari 724 responden yang dikumpulkan mereka bahwa 78,18 persen pekerja sosial mengalami kelelahan kerja berlebihan tingkat sedang ke atas, dengan 47,24 persen tergolong parah.

Dari sisi indikator kesehatan mental, 72,1 persen berada dalam tekanan kerja tingkat sedang ke atas, 67,27 persen terkena trauma sekunder tingkat sedang ke atas, dan 46,41 persen mengalami depresi terkait pekerjaan pada tingkat sedang ke atas, menurut survei kuesioner tersebut.

Di konferensi pers sehari sebelum Hari Pekerja Sosial di Taiwan itu, Legislator DPP Wu Pei-yi (吳沛憶) menyatakan bahwa masyarakat perlu memiliki "pemahaman yang benar" bahwa "pekerja sosial bukanlah relawan".

Pekerja sosial berada di garis depan jaringan keamanan sosial, membantu menangani kasus kekerasan dalam rumah tangga, perlindungan anak dan remaja, gangguan mental, pencegahan bunuh diri, kemiskinan dan disabilitas, individu yang hidup sendiri, serta trauma berat, ucapnya.

Sinyal peringatan dari survei tersebut menunjukkan bahwa pemerintah setidaknya tidak seharusnya menjadi "tambahan beban" bagi pekerja sosial, kata Wu.

Selain dibutuhkan pengurangan beban administratif, tambah Wu, sistem evaluasi di garis depan perlu diperbaiki dengan membangun mekanisme peninjauan berkala serta memasukkan suara pekerja sosial di tingkat akar rumput, tidak hanya mengandalkan pendapat para pakar dan akademisi.

Pekerja sosial di garis depan juga membutuhkan dukungan psikologis, tetapi sistem yang ada saat ini, menurut Wu, terlalu jauh dari praktik lapangan.

Sistem harus dirancang lebih rinci agar benar-benar dapat diakses pekerja sosial tanpa mengganggu pekerjaan mereka, sehingga dapat membangun jaringan keamanan psikologis bagi mereka, ucapnya.

Legislator DPP Huang Jie (黃捷) menyatakan bahwa saat pekerja sosial berkontribusi bagi masyarakat, mereka sendiri sering kali kewalahan, bahkan harus mengorbankan kesehatan fisik dan mental, serta menanggung ekspektasi sosial "yang berlebihan".

Pekerja sosial mengandalkan profesionalisme dan bukan sekadar belas kasih, kata Huang, menambahkan bahwa pemerintah seharusnya menopang mereka dengan sistem yang lebih rasional agar mereka dapat menjalankan profesionalitas mereka dengan baik.

Selain diperlukan penguatan dukungan kesehatan mental, tambah Huang, beban administratif pekerja sosial harus dikurangi, sistem evaluasi mereka mesti mencerminkan kondisi nyata, dan mekanisme perlindungan keselamatan pribadi mereka juga perlu diperkuat.

Dalam konferensi pers, perwakilan sejumlah serikat juga menyerukan perlunya peninjauan mekanisme pembagian tanggung jawab dan risiko kebijakan agar tidak terlalu membebani pekerja sosial di garis depan.

Mereka juga meminta dibangunnya sistem keselamatan kerja dan dukungan kesehatan mental bagi pekerja sosial, perbaikan alokasi tenaga kerja dan beban kerja, serta penetapan "ekspektasi sosial yang wajar" dan "posisi peran profesional yang jelas".

(Oleh Chen Chun-hua dan Jason Cahyadi)

Selesai/ja

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.