Taipei, 2 Apr. (CNA) Seorang legislator Partai Progresif Demokratik (DPP) pada Rabu (1/4) menyerukan agar pemerintah melakukan penyelidikan terhadap Formosa Petrochemical Corp. (FPCC) terkait dugaan pengurangan produksi dan kemungkinan penimbunan bahan baku petrokimia utama di tengah kelangkaan plastik di Taiwan.
Dalam konferensi pers, Legislator DPP Chung Chia-pin (鍾佳濱) menuduh divisi poliolefin Formosa Plastics Group telah dua kali mengurangi pasokan ke klien hilir pada Maret dan menaikkan harga, dengan alasan adanya kendala pasokan etilena dan propilena dari hulu.
Chung mengatakan divisi tersebut memberi tahu pelanggan pada 2 Maret bahwa pasokan akan dikurangi setengahnya, dengan alasan adanya rencana pengurangan produksi oleh pemasok hulu FPCC, hanya beberapa hari setelah ketegangan di Timur Tengah meningkat.
Ia mempertanyakan waktu pengumuman tersebut, dengan mengatakan pengurangan yang begitu cepat dan tajam dapat memicu aksi beli panik dan mendorong kenaikan harga.
Chung mengatakan pemberitahuan kedua pada 10 Maret kembali memangkas pasokan menjadi 25 persen dari volume kontrak dan menaikkan harga sebesar NT$10,5 (Rp5.556) per kilogram, dengan sisa kuota akan dilepas tergantung pada kondisi pasar.
Ia menuduh perusahaan menciptakan kelangkaan buatan untuk menaikkan harga, yang berpotensi melanggar Pasal 251 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang penimbunan.
Ia menambahkan bahwa situasi ini berdampak pada CPC Corp., Taiwan, yang menangguhkan pesanan untuk beberapa bahan kimia pelarut mulai 10 Maret.
FPCC dan Formosa Plastics membantah tuduhan tersebut, dengan mengatakan bahwa kenaikan harga didorong melonjaknya biaya hulu akibat gangguan di Timur Tengah.
Formosa Plastics mengatakan harga kontrak etilena CPC melonjak 46 persen pada Maret dari US$792 (Rp13,4 juta) menjadi US$1.155 per metrik ton, sementara kenaikan rata-rata harga polietilena milik mereka sekitar NT$6,75 per kilogram, dengan sebagian biaya diserap untuk meringankan tekanan pada pengguna domestik.
Perusahaan juga mengatakan mereka telah memasok lebih banyak polietilena ke pelanggan domestik pada Maret dibandingkan bulan-bulan sebelumnya dan tetap menjaga pengiriman penuh meskipun terjadi penurunan produksi etilena sekitar 10 persen akibat kekurangan bahan baku.
Kedua perusahaan mengatakan mereka akan bekerja sama dengan penyelidikan apa pun dan membantah terlibat dalam penimbunan atau manipulasi harga.
Menanggapi dalam sesi komite Yuan Legislatif, Wakil Direktur Jenderal Biro Investigasi Wu Fu-mei (吳富梅) mengatakan pihak berwenang akan menyelidiki masalah ini jika pengurangan produksi terbukti menyebabkan kelangkaan atau manipulasi pasar.
Selesai/JC