Serikat pekerja Taoyuan desak peningkatan tingkat iuran pensiun majikan di depan Istana

01/04/2026 18:31(Diperbaharui 01/04/2026 18:31)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Taoyuan Confederation of Trade Unions menggelar aksi di depan Kantor Kepresidenan pada Rabu. (Sumber Foto : Kelompok buruh)
Taoyuan Confederation of Trade Unions menggelar aksi di depan Kantor Kepresidenan pada Rabu. (Sumber Foto : Kelompok buruh)

Taipei, 1 Apr. (CNA) Taoyuan Confederation of Trade Unions (TYCTU) hari Rabu (1/4) secara mendadak melakukan aksi di depan Kantor Kepresidenan, menuntut pemerintah meningkatkan tingkat kontribusi iuran pensiun pekerja yang harus dibayarkan pemberi kerja.

Sempat saling mendorong dengan petugas kepolisian, TYCTU menggeruduk Kantor Kepresidenan, membentangkan spanduk yang menuntut Presiden Lai Ching-te (賴清德) keluar dan membahas reformasi kebijakan pensiun tenaga kerja. Mereka mengusulkan peningkatan tingkat kontribusi pemberi kerja.

TYCTU menegaskan akan terus melakukan aksi, memperluas solidaritas dengan lebih banyak serikat pekerja dan kelompok akar rumput dari berbagai sektor, serta meningkatkan skala perjuangan hingga pemerintah benar-benar menghadapi isu jaminan pensiun bagi pekerja lapisan bawah.

Berdasarkan sistem pensiun tenaga kerja yang baru, pemberi kerja wajib menyetor iuran pensiun bulanan tidak kurang dari 6 persen dari gaji untuk pekerja yang tercakup dalam Undang-Undang Standar Ketenagakerjaan ke dalam rekening pribadi di Biro Asuransi Tenaga Kerja, tanpa memotong upah.

Selain itu, pekerja dapat memilih untuk melakukan iuran tambahan berkisaran 1 persen hingga 6 persen, yang mendapatkan insentif pengurangan pajak, dan kepemilikan rekening tersebut sepenuhnya miliknya serta dapat dibawa saat berpindah kerja.

Menanggapi aksi, Kementerian Ketenagakerjaan (MOL) mengatakan terkait peningkatan tingkat kontribusi pemberi kerja dalam sistem pensiun tenaga kerja yang baru, pihaknya akan tetap "bersikap hati-hati" serta terus mengumpulkan dan mengomunikasikan berbagai pandangan dari semua pihak.

MOL menjelaskan bahwa mengingat dalam sistem pensiun yang lebih lama pekerja sulit memenuhi syarat untuk pensiun sehingga banyak yang tidak dapat menerima dana pensiun, sejak 1 Juli 2005 telah diberlakukan Undang-Undang Pensiun Tenaga Kerja yang menggunakan rekening pribadi.

Dengan sistem pensiun baru ini -- yang belum mencakup pekerja migran -- meskipun pekerja sering berpindah pekerjaan, dana pensiun tetap dapat terus terakumulasi, kata kementerian.

MOL juga menyatakan bahwa pekerja dapat melakukan iuran mandiri yang tidak dihitung sebagai penghasilan kena pajak pada tahun berjalan -- secara efektif mengurangi pajak -- serta setiap tahunnya dapat ikut dalam pembagian hasil investasi.

Saat mencairkan dana pensiun, pekerja juga dijamin memperoleh tingkat pengembalian minimum, sehingga sistem baru ini dapat memastikan setiap pekerja tidak kehilangan hak atas pensiun, kata kementerian.

(Oleh Chang Hsiung-feng dan Jason Cahyadi)

Selesai/ML

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.