Taipei, 1 Apr. (CNA) Seorang imigran baru dari Tailan memperkenalkan asal-usul serta ritual Festival Songkran sekaligus berbagi perjalanan kewirausahaannya setelah datang ke Taiwan dalam sebuah kegiatan edukasi keluarga dan sosialisasi peraturan di New Taipei hari Rabu (1/4), kata Direktorat Jenderal Imigrasi (NIA).
Jlaporn Wu berbagi bahwa dalam budaya Buddhisme di Tailan, saat Songkran, anak-anak harus berlutut menghormati orang tua sebagai bentuk rasa terima kasih dan penghormatan, sekaligus memohon maaf atas sikap tidak hormat di masa lalu, kata NIA selaku penyelenggara kegiatan dalam sebuah rilis pers.
Tradisi saling memercikkan air hanyalah salah satu bagian dari Songkran, di mana air melambangkan "pembersihan" dan "permohonan berkah" dan pemercikan ke tangan memiliki makna mengusir kesialan serta memohon keselamatan dan kesehatan, ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa dalam perayaan ini tidak boleh menyiram kepala patung Buddha, tidak boleh memercikkan air ke kepala orang yang lebih tua, serta tidak boleh mengguyur orang dengan air kotor.
Wu juga berbagi bahwa pada awalnya, demi menopang ekonomi keluarga, ia mengimpor wahana permainan kereta kecil berputar. Untuk mengangkut peralatan berat, ia bahkan memperoleh lisensi mengemudi truk manual, mengendarai truk kecil seberat 3,5 ton ke berbagai tempat.
Pengalaman berwirausaha ini, menurutnya, membentuk keberanian dan keterampilannya. Sembari tertawa, ia berkata, "Di Taiwan, selama mau bekerja keras, rezeki akan terus mengalir."
Kepada para imigran baru yang baru datang ke Taiwan, ia juga berbagi rahasia suksesnya: "Bahasa adalah kunci terpenting untuk mengenal Taiwan."
Anggota keluarga atau tetangga dari latar belakang berbeda dapat menjadi guru pertama dalam belajar Mandarin, ujarnya, menambahkan bahwa dengan terus meningkatkan kemampuan bahasa, seseorang tidak hanya dapat lebih cepat beradaptasi, tetapi juga memperluas jaringan pertemanan di Taiwan.
Kepala Kantor Layanan Taipei NIA, Su Hui-Wen (蘇慧雯) mengingatkan bahwa kelompok penipuan sering menyamar sebagai petugas pemerintah dengan mengklaim adanya masalah pada dokumen atau keterlibatan dalam kasus kriminal, lalu meminta calon korban pergi ke ATM untuk mengubah pengaturan.
Su mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan menghubungi saluran siaga antipenipuan 165 untuk melakukan verifikasi, guna melindungi harta pribadi serta memastikan "kehidupan yang aman dan tenteram" di Taiwan.
Sebelumnya, NIA juga membuka stan di acara Festival Songkran dan lomba lari sehat untuk pekerja migran yang digelar Departemen Urusan Ketenagakerjaan Kota New Taipei di kawasan wisata Bitan, Distrik Xindian pada 22 Maret.
Menurut siaran pers, petugas NIA di lokasi memberikan sosialisasi terkait peraturan keimigrasian, guna meningkatkan pemahaman masyarakat tentang hukum yang berlaku bagi pekerja migran di Taiwan.
Kepala Kantor Layanan New Taipei NIA Cheng Yao-ne (鄭曜䅞) menyatakan bahwa ke depannya kantornya akan terus menjangkau komunitas pekerja migran melalui berbagai kegiatan dan pertukaran budaya.
Selesai/ML