Taipei, 2 Apr. (CNA) Dua pemerintah kota di Taiwan utara pada Rabu (1/4) mengumumkan kebijakan subsidi pendidikan baru, dengan New Taipei akan menyediakan makan siang sekolah gratis dan Taoyuan akan menawarkan buku pelajaran gratis untuk para pelajar.
Wali Kota New Taipei Hou Yu-ih (侯友宜) dari partai oposisi Kuomintang (KMT) mengatakan pemerintah kota tersebut akan menyediakan makan siang gratis untuk semua pelajar sekolah dasar dan menengah pertama mulai 31 Agustus.
Kebijakan ini diperkirakan akan memberikan manfaat bagi sekitar 323.000 pelajar dan menelan biaya NT$4,84 miliar (Rp2,56 triliun) setiap tahun, kata Hou kepada Dewan Kota New Taipei.
Anggaran 2026 akan ditanggung terlebih dahulu, dengan pendanaan yang akan secara resmi dimasukkan ke dalam anggaran tahunan kota mulai 2027 dan seterusnya, ujarnya.
Kebijakan ini diambil setelah mengevaluasi kebutuhan keluarga, kesetaraan pendidikan, dan keberlanjutan fiskal, kata Hou, menambahkan bahwa program ini tidak akan mengurangi sumber daya pendidikan lainnya.
Departemen Pendidikan kota mengatakan langkah ini dapat menghemat sekitar NT$12.000 per tahun bagi orang tua, berdasarkan perkiraan biaya NT$75 per makan.
Sementara itu, Wali Kota Taoyuan Chang San-cheng (張善政), juga dari KMT, mengatakan pemerintah kota tersebut akan menyediakan buku pelajaran gratis untuk semua pelajar sekolah dasar dan menengah pertama mulai tahun ajaran 2026/2027, menjadikannya kotamadya khusus pertama di Taiwan yang melakukannya.
Kebijakan ini diperkirakan akan memberikan manfaat bagi sekitar 196.000 pelajar dan menelan biaya sekitar NT$600 juta setiap tahun, kata Chang dalam rapat Dewan Kota Taoyuan.
Ia mengatakan bahwa langkah ini akan mengurangi pengeluaran pelajar sebesar NT$1.500 hingga NT$1.900 per semester.
Pendanaan akan berasal dari Dana Pengembangan Pendidikan Lokal Departemen Pendidikan pada 2026 sebelum dimasukkan ke dalam anggaran tahunan pada tahun berikutnya.
Anggota Dewan Kota Taoyuan Hsu Chia-jui (許家睿) dari Partai Progresif Demokratik yang berkuasa menyambut baik tujuan kebijakan ini untuk meringankan beban keuangan orang tua, tetapi mengemukakan kekhawatiran tentang keberlanjutan fiskal jangka panjang dan alokasi sumber daya.
Ia juga mendesak pemerintah kota untuk memastikan dukungan yang memadai bagi kelompok minoritas dalam edukasi, seperti pendidikan khusus dan teknis, serta memperingatkan bahwa kebijakan ini dapat meningkatkan beban kerja administratif bagi guru dan staf di garis depan.
Selesai/JC