Taipei, 31 Mar. (CNA) Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Taiwan mengatakan mereka telah melantik Pengurus Ranting Guanyin, disertai harapan bahwa kepengurusan baru mampu melanjutkan estafet perjuangan organisasi, memperkuat pelayanan umat, dan menjadi penggerak dakwah ahlusunah waljamaah an-nahdliyah.
"Dengan penuh khidmat, semangat kebersamaan, dan nuansa kekeluargaan khas nahdiyin di perantauan," pelantikan dan baiat Pengurus Ranting Guanyin periode 2026-2028 dilaksanakan di Musholla Al Amin Zhongli hari Minggu (29/3), kata PCINU dalam rilis pers, Selasa.
Rangkaian acara diawali pembukaan, pembacaan ayat suci Alquran, serta menyanyikan lagu kebangsaan dan mars organisasi, dan dilanjutkan dengan prosesi pelantikan dan baiat pengurus yang dipimpin jajaran pengurus PCINU.
Dalam prosesi tersebut, para pengurus yang dilantik mengucapkan ikrar dan baiat sebagai bentuk kesanggupan moral, spiritual, dan organisatoris untuk menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, keikhlasan, serta loyalitas terhadap nilai-nilai perjuangan Nahdlatul Ulama (NU), kata PCINU.
Kepada CNA, Ketua PCINU Muhammad Ghofur mengatakan dirinya berharap seluruh pengurus dapat bekerja dengan ikhlas, menjaga kekompakan, serta aktif merawat jemaah dan menghidupkan kegiatan keagamaan di wilayah Guanyin.
"Bangun sinergi dengan seluruh elemen masyarakat, hadirkan program yang bermanfaat, dan jadilah penggerak dakwah ahlusunah waljamaah yang menyejukkan di perantauan," ucapnya.
Ghofur pun berpesan kepada para pengurus baru untuk menjadikan jabatan sebagai amanah pengabdian dan bukannya kebanggaan; aktif merawat jemaah, menghidupkan musala, dan memperkuat majelis taklim; serta membangun soliditas organisasi melalui "koordinasi dan konsolidasi yang baik".
Ia juga berpesan agar mereka yang baru dilantik menghadirkan program "yang bermanfaat" di bidang keagamaan, sosial, pendidikan, dan pemberdayaan serta menjadi penggerak "dakwah moderat" dan penjaga ukhuwah di perantauan.
Di perantauan, menurut PCINU, peran pengurus NU menjadi semakin strategis, sebab organisasi hadir bukan hanya sebagai wadah berkumpul, tetapi juga sebagai rumah besar yang menghadirkan keteduhan, pendampingan, pendidikan, dakwah, dan penguatan ukhuwah.
Dengan semangat "berkhidmah tanpa lelah, bergerak dengan jemaah, dan berjuang dengan jamiah", pelantikan ini menjadi awal dari langkah besar untuk menghadirkan NU yang semakin "dekat, bermanfaat, dan dirasakan kehadirannya" oleh seluruh nahdiyin dan masyarakat Indonesia di Taiwan, kata PCINU.
"Semoga amanah ini menjadi ladang khidmah, penguat persaudaraan, dan jalan keberkahan dalam mengabdi untuk umat, bangsa, dan Nahdlatul Ulama. Mari terus bersatu, bergerak, dan mengabdi demi NU yang lebih hidup, kuat, dan maslahat di perantauan," kata PCINU.
Pelantikan Minggu turut dihadiri perwakilan Pengurus Ranting, unsur lembaga dan badan otonom, tokoh musala dari Guanyin dan sekitarnya, serta berbagai komunitas dan elemen masyarakat Indonesia lainnya, "Yang selama ini turut menjaga denyut kehidupan keislaman dan kebangsaan di Taiwan," kata PCINU.
Selesai/IF