Taipei, 12 Mei (CNA) Pengadilan Distrik Taipei pada Selasa (12/5) menjatuhkan hukuman kepada 13 orang sehubungan dengan kematian seorang wanita yang tubuhnya ditemukan di tempat pertemuan sebuah kelompok Buddha di Distrik Daan, kota tersebut, pada tahun 2024.
Dalam putusannya, pengadilan menjatuhi hukuman penjara 12 tahun kepada pemimpin spiritual kelompok tersebut, penulis Buddhis Wang Yun (王薀), karena menyebabkan cedera tubuh yang berujung pada kematian korban bermarga Tsai (蔡).
Kepala eksekutif kelompok tersebut, Wu Hui-chu (吳慧珠), dan para pengikut bermarga Kan (幹), Liang (梁), You (游), dan Chiang (姜) masing-masing dijatuhi hukuman 10 tahun, sementara pengikut Lee Yuan-yuan (李淵源) dijatuhi hukuman sembilan tahun atas kejahatan yang sama.
Empat anggota lain dari sekte tersebut dijatuhi hukuman antara 1,5 tahun hingga 5 tahun karena bertindak sebagai kaki tangan dalam kejahatan tersebut, sementara aktor Taiwan Lee Wei (李威), seorang pengikut yang menjadi saksi negara dalam persidangan, dan istrinya, keduanya menerima hukuman percobaan.
Pengadilan menyatakan bahwa dalam menentukan hukuman, mereka menilai tindakan masing-masing terdakwa terkait kematian Tsai, serta mempertimbangkan apakah mereka bersekongkol, menghalangi penyelidikan, atau mencapai penyelesaian dengan keluarga Tsai.
Putusan ini dapat diajukan banding.
Kejahatan
Layanan darurat dipanggil pada Juli 2024 terkait seorang wanita yang ditemukan tergeletak tak bergerak di sebuah properti di lantai satu di sebuah blok perumahan di Jalan Siwei, pusat kota Taipei.
Setelah tiba di lokasi, pihak berwenang menemukan Tsai, seorang anggota kelompok keagamaan yang berkumpul di tempat tersebut, tanpa tanda-tanda vital.
Autopsi selanjutnya menentukan bahwa ia meninggal karena rhabdomyolysis, suatu kondisi medis kompleks yang melibatkan pelarutan cepat otot rangka yang rusak atau cedera.
Menurut National Library of Medicine, situs web National Institutes of Health Amerika Serikat, kondisi ini paling sering disebabkan oleh cedera traumatis langsung.
Sementara itu, rekaman video pengawas menunjukkan anggota kelompok, termasuk korban, pergi ke sebuah kedai teh dekat tempat pertemuan kelompok pada malam 23 Juli 2024, saat Taifun Gaemi mengguyur Taipei dengan hujan.
Beberapa orang yang hadir kemudian terekam menarik tubuh Tsai kembali dari kedai teh ke tempat pertemuan mereka menggunakan troli, meninggalkannya di sana, dan kemudian pergi tanpa memanggil layanan darurat.
Setelah penyelidikan dan dua kali penggeledahan, kejaksaan Taipei menuntut 13 tersangka atas kematian Tsai pada Maret 2025.
Motif dan rincian
Dalam putusannya hari Selasa, Pengadilan Distrik Taipei menyatakan Wang Yun marah kepada Tsai, yang mengelola keuangan kelompok, atas penanganannya terhadap penyelesaian perceraian Wang, serta keluhan dari pengikut lain tentang kepribadian Tsai yang sulit.
Wang memulai diskusi dengan Tsai di mana Tsai menyatakan "penyesalannya," berlutut dan bersujud kepada Wu, kepala eksekutif kelompok, dan setuju untuk mencukur rambut serta mengucapkan sumpah sebagai biksuni.
Namun, Wang masih merasa hal itu belum cukup, dan menjadwalkan pertemuan dengan Tsai di Water Moon Teahouse (水月草堂) pada malam 23 Juli 2024, dekat tempat pertemuan kelompok di sekitar Stasiun MRT Technology Building.
Dalam pertemuan tersebut, Wu, Chiang, Gan, You, dan Liang berulang kali memaksa Tsai untuk berlutut dan bersujud, dengan menarik, mendorong, dan menendangnya, hingga Tsai terjatuh, sementara anggota kelompok lain menonton atau berjaga di luar, menurut putusan.
Setelah Tsai terjatuh, Wang Yun meninggalkan kedai teh, sementara Lee Yuan-yuan dan lainnya mengambil troli dan mendorong Tsai kembali ke tempat pertemuan kelompok.
Malam itu juga, sekitar pukul 3 pagi, mereka menemukan Tsai tidak sadarkan diri, namun alih-alih memanggil ambulans, mereka memberi tahu Wang dan memanggil beberapa pengikut yang juga dokter untuk mencoba menyadarkan Tsai, namun tidak berhasil.
Para anggota sekte kemudian membuat grup chat untuk mendiskusikan rekayasa penyebab kematian untuk polisi dan kejaksaan . Mereka menunggu hingga pukul 10 pagi untuk memanggil ambulans, saat itu Tsai sudah meninggal, menurut putusan.
Meskipun para terdakwa membantah keterlibatan selama persidangan, rekaman video pengawas, kesaksian saksi, Lee Wei dan ahli forensik, serta catatan telepon yang disita cukup untuk membuktikan kesalahan mereka, menurut putusan.
Lee Wei (45) menjadi terkenal setelah membintangi drama populer "Toast Boy's Kiss" pada tahun 2000-an. Ia menjadi pengikut Buddha yang taat dalam beberapa tahun terakhir setelah meninggalkan dunia hiburan.
Selesai/ja