Taipei, 12 Mei (CNA) Jumlah tempat sampah umum khusus pejalan kaki di Taipei tahun ini diperkirakan akan kembali berkurang, seperti tren dalam beberapa tahun terakhir, tetapi penyesuaian akan dilakukan berdasarkan keluhan kebersihan dari warga setempat, kata otoritas lingkungan kota hari Senin (11/5).
Baru-baru ini terdapat warga Taipei yang menemukan tempat sampah umum di trotoar telah disingkirkan dan mempertanyakan apakah hal itu berkaitan dengan langkah pengendalian tikus yang diluncurkan pemerintah kota seiring dengan laporan banyaknya temuan hewan pengerat tersebut.
Baca juga: Taipei bersih-bersih selama 5 hari untuk atasi "masalah tikus"
Terkait dengan hal itu, Kepala Divisi Pembersihan dan Pengelolaan Lingkungan di Departemen Perlindungan Lingkungan Taipei, Chen Hao-chang (陳浩彰) mengatakan kepada CNA bahwa penempatan kotak sampah khusus pejalan kaki dilakukan secara dinamis dan disesuaikan secara berkala.
Chen mengatakan bahwa jumlah kotak sampah pejalan kaki sendiri memang sudah berkurang sejak tahun lalu. Begitu pun tahun ini, yang juga berkaitan dengan pengendalian tikus, menurutnya.
Alasan utamanya, kata Chen, adalah karena perwakilan warga lokal dan ketua RT setempat menerima keluhan adanya pihak yang membuang sampah rumah tangga di sana sehingga menimbulkan lingkungan kotor. Setelah dilakukan survei lapangan, akan dievaluasi apakah lokasi tersebut perlu disesuaikan atau tidak, tambahnya.
Jumlah kotak sampah pejalan kaki di Taipei pernah mencapai 3.000 sekitar satu hingga dua dekade lalu, dan jumlah tertingginya dalam empat tahun terakhir tercatat pada 2022 dengan sebanyak 2.000, yang kemudian berkurang menjadi 1.982 unit pada 2023, 1.956 unit pada 2024, dan 1.682 pada akhir tahun lalu, ujarnya.
Penurunan terbesar terjadi pada 2025, dan tahun ini jumlahnya diperkirakan akan kembali berkurang lebih banyak, menurut Chen.
Terkait adanya warga asing yang mengeluhkan di internet bahwa mereka kesulitan menemukan tempat sampah di Taipei, Chen menjelaskan bahwa jika mempertimbangkan kebutuhan pariwisata, tong akan dipasang di kawasan pusat perbelanjaan dan tempat wisata.
Terkait apakah kotak sampah khusus pejalan kaki yang telah dicabut nantinya akan dipasang kembali, Chen mengatakan bahwa untuk pengendalian tikus, petugas Departemen Perlindungan Lingkungann akan memperkuat patroli, tetapi tidak akan mencabut tong secara sepihak.
Pencabutan biasanya dilakukan setelah warga setempat menyampaikan keluhan soal kebersihan melalui ketua RT, kemudian dilakukan survei lapangan dan evaluasi. Jika ingin dipasang kembali, prosesnya juga sama, kata Chen.
Sebagai contoh, selama pandemi jumlah tempat sampah sempat dikurangi, lalu dipasang kembali setelah pandemi berakhir, tambahnya.
(Oleh Yang Shu-min dan Jason Cahyadi)
Selesai/ja