Taipei, 17 Mar. (CNA) Klub futsal berisikan mahasiswa dan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Taiwan akan bertanding dalam Liga Formosa Futsal One (FF1), sebuah liga futsal profesional di Taiwan yang digelar oleh Chinese Taipei Futsal Association, dalam laga pada Sabtu (21/3) hingga Minggu bertempat di Taipei Gymnasium, berdasarkan informasi dari klub tersebut.
Kompetisi ini diikuti oleh tujuh klub. Selain tim Indonesia yang menamakan dirinya Indonesia BTN FC ada juga sejumlah klub lokal seperti Taichung Dali Wolves, Taipei Ocean Clouded Leopards, Taichung Yountai Travelers, Hsinchu Future Village Universe, Taoyuan FC, dan Pingtung Starry Sky FC, berdasarkan informasi dari Indonesia BTN FC.
Indonesia BTN FC akan membuka laga FF1 2026 dengan menghadapi juara tahun lalu Taipei Ocean Leopards pada Sabtu, 21 Maret pukul 19.00 dan pertandingan kedua pada Minggu, 22 Maret pukul 13.00 dengan menghadapi Taichung Yountai Travelers. Secara keseluruhan liga akan berlangsung hingga Agustus 2026 nanti.
Feri Setiawan, penjaga gawang Indonesia BTN FC yang telah tiga tahun bekerja di Taiwan mengatakan klubnya siap bertanding di laga tersebut. BTN FC, kata Feri, adalah singkatan dari Baitimes FC, diilhami dari nama sebuah media yang membantu BTN FC ikut serta dalam liga profesional di Taiwan itu.
Sementara itu, Riska Saputra manajer BTN FC saat dihubungi CNA mengatakan bahwa klub tersebut berawal dari rekan-rekan Indonesia di Taiwan yang sudah lebih dahulu sering mengikuti kegiatan kompetisi futsal di Taiwan dan berasal dari beragam klub. Misalnya dari tim futsal di Chien Husin University yang pernah menjuarai beberapa kompetisi futsal di Taiwan. Beberapa nama yang dianggap berperan di antaranya Syaiful Maarif dan Reza Prasetiawan.
"Kebetulan pada tahun ini FF1 (Formosa Futsal One) memberikan kesempatan untuk Indonesia bertanding dalam liga besar di Taiwan, sehingga rekan-rekan yang bergabung dalam berbagai klub futsal sebelumnya memilih perwakilan yang handal untuk bermain di liga tersebut. Dari situlah lahir BTN FC, ujar Riska.
Saat ditanya bagaimana rekan-rekan pemain dapat membagi waktu antara bekerja dan berlatih, Riska yang sedang studi doktoral di NTUST ini mengatakan bahwa jadwal latihan sudah ditentukan sebelumnya, dengan mengambil waktu luang saat para pemain libur kerja.
“Biasanya latihannya di hari Sabtu atau Minggu saat tidak bekerja. Teman-teman yang berada di Taipei akan berlatih di wilayahnya, begitu juga dengan teman-teman di wilayah tengah atau selatan, mengikuti wilayah mereka masih-masing. Nah, kalau untuk perlombaan, akan dipilih sesuai tempatnya. Misalkan kalau lomba di Taipei, berarti yang bermain adalah rekan-rekan yang berada di Taipei dan sekitarnya,” ujar Riska yang sudah tinggal di Taiwan selama 6 tahun ini.
Satu tim berjumlah 38 orang termasuk pemain, ketua, manajer, pelatih, asisten pelatih, dan instruktur, kata Riska.
Ia mengharapkan agar timnya dapat memenangkan pertandingan untuk merebut tiga poin, dan bisa bermain dengan baik karena membawa nama baik Indonesia.
“Saya berharap agar para pemain dapat menunjukkan bakatnya dan bermain dengan sportif, dan juga menjaga sikap karena ini ajang profesional,” ujar Riska.
Ia juga berharap agar ke depannya ada pihak swasta dan pemerintah yang mau untuk mendukung timnya sebagai sponsor.
“Kepada teman-teman warga negara Indonesia kami mengharapkan kehadirannya untuk datang menonton di Taipei gym Sabtu dan Minggu esok. Jangan khawatir, pihak panitia mengatakan kalau ingin menonton tinggal masuk saja, tanpa membayar tiket alias gratis. Kapasitas di Taipei Gymnasium 800 orang, silahkan datang masuk saja, jaga lupa jaga kebersihan dan tetap tertib, dan jangan lupa kunjungi situs resmi kami https://www.btnfc.com/home ” ujar Riska menutup wawancara.
Kepada CNA, Agus Lee, pengawas dari Taoyuan City Indonesian Cultural Exchange Association, salah satu pendukung acara ini mengatakan, klub ini tidak hanya berlaga tetapi juga memberdayakan migran Indonesia di Taiwan baik PMI dan pelajar agar mempunyai semangat berolah raga sekaligus dapat mengembangkan diri dan menjadi contoh teladan bagi rekan-rekan migran Indonesia yang lain.
“Anggota pemain yang akan bertanding kebanyakan para PMI, ada juga beberapa pelajar Indonesia,” ujar Agus.
Selesai/IF