Taipei, 19 Mar. (CNA) Ketua Komisi Pengawas Keuangan (FSC) Taiwan Peng Jin-long (彭金隆) hari Rabu (18/3) menyerukan agar pengiriman uang dilakukan melalui saluran legal, dan menyebut pihaknya akan terus bekerja sama dengan pihak penegak hukum untuk memperkuat pengawasan terhadap penukaran mata uang bawah tanah.
Dalam sidang di Yuan Legislatif, Legislator Kuomintang Yen Kuan-heng (顏寬恒) mengungkit sebuah kasus remitansi ilegal yang melibatkan dana hingga NT$200 juta (Rp106 miliar), lalu menyoroti apakah FSC memiliki pemahaman tentang skala penukaran mata uang gelap dan bagaimana upaya perbaikannya.
Baca juga: Remitansi ilegal terungkap pasca tertinggalnya NT$4 juta di kereta
Menanggapi ini, Peng dalam sidang menekankan bahwa bisnis penukaran mata uang tunduk pada regulasi ketat di bawah Undang-Undang Perbankan. Pelaku penukaran kurs secara ilegal akan menghadapi hukuman berat, ujarnya, seraya menyerukan masyarakat untuk selalu memilih saluran legal.
Terkait pendekatan penyelesaian masalah yang diambil, Peng menjelaskan bahwa FSC bekerja sama dengan aparat penegak hukum untuk memperkuat pengawasan terhadap praktik ilegal.
Selain itu, menimbang permintaan pasar, kata Peng, FSC telah mengeluarkan izin untuk lima perusahaan penukaran mata uang bagi pekerja migran, dengan biaya layanan sekitar ratusan dolar Taiwan, yang dapat dilakukan secara digital melalui layanan legal.
Baca juga: Taiwan keluarkan perizinan kelima remitansi pekerja migran
Kepala Biro Perbankan FSC Tong Chen-chang (童政彰) mengatakan bahwa mayoritas pekerja migran dari Indonesia, Thailand, dan Filipina mengirim 80-90 persen uang yang mereka hasilkan melalui lima perusahaan legal tersebut.
Namun, pekerja migran Vietnam mungkin hanya mengirim 60 persen, dengan sekitar 20–30 persen aliran dana melalui saluran nonresmi, kata Tong, yang membandingkan data dengan Kementerian Ketenagakerjaan,.
Menurut pejabat FSC, perbedaan ini kemungkinan terkait dengan kesulitan pengusaha Taiwan di Vietnam untuk mentransfer dana kembali ke Taiwan karena regulasi setempat, sehingga mereka bersedia memberikan "diskon" pada kurs untuk pekerja migran yang ingin menukar mata uang ke dong Vietnam.
(Oleh Su Ssu-yun dan Jason Cahyadi)
Selesai/ML