Taipei, 13 Mar. (CNA) Taiwan menempati peringkat kelima dari 184 ekonomi dalam Indeks Kebebasan Ekonomi 2026, turun satu peringkat dari tahun sebelumnya meskipun terjadi sedikit peningkatan dalam skor keseluruhannya, menurut laporan tahunan yang dirilis awal pekan ini oleh Heritage Foundation yang berbasis di Washington.
Taiwan memperoleh skor 79,8, naik 0,1 poin dari tahun 2025. Taiwan berada di belakang Singapura, Swiss, Irlandia, dan Australia, sementara menempati posisi ketiga di kawasan Asia-Pasifik.
Peringkat ini menempatkan Taiwan di atas beberapa ekonomi utama, termasuk Belanda (peringkat 10), Kanada (14), Korea Selatan (19), Amerika Serikat (22), Inggris (29), Jepang (30), dan Tiongkok (154).
Menurut laporan tersebut, Taiwan dinilai "bebas" (skor 80-100) dalam enam dari 12 indikator indeks: efektivitas peradilan, kesehatan fiskal, pengeluaran pemerintah, kebebasan perdagangan, hak properti, dan kebebasan moneter.
Dalam pernyataan yang dikeluarkan Rabu (11/3), Dewan Pengembangan Nasional (NDC) Taiwan mengaitkan kinerja negara tersebut sebagian dengan reformasi hukum dan regulasi yang dilaksanakan antara tahun 2024 dan 2025, termasuk amandemen yang bertujuan untuk meningkatkan lingkungan bisnis, mendorong penggunaan tanda tangan elektronik, dan menarik tenaga profesional asing yang sangat terampil.
Kategori dengan kinerja terlemah Taiwan adalah beban pajak, di mana peringkatnya turun dari posisi ke-87 menjadi ke-93.
NDC mengatakan bahwa meskipun beban pajak Taiwan lebih tinggi dibandingkan Hong Kong dan Singapura, namun tetap lebih rendah daripada Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan.
Ke depan, NDC mengatakan kondisi ekonomi global akan dipengaruhi oleh faktor-faktor termasuk perkembangan pesat AI, kebijakan tarif AS, kelebihan kapasitas industri Tiongkok, risiko geopolitik, dan tantangan iklim.
Selesai/ja