Taipei, 16 Mar. (CNA) Presiden Lai Ching-te (賴清德) hari Senin (16/3) menyerukan kerja sama yang lebih erat di antara mitra-mitra demokratis untuk memperkuat rantai pasok dan ketahanan ekonomi serta mengatakan Taiwan ingin bekerja sama dengan negara-negara yang sejalan untuk membentuk "tim internasional" bersama mereka.
Berbicara di pembukaan Forum Yushan di Taipei, Lai mengatakan Taiwan bermaksud memanfaatkan banyak keunggulan dari para mitra ini untuk memperdalam kerja sama di kawasan Indo-Pasifik dan sekitarnya.
"Kami sangat berharap bahwa dengan memanfaatkan keunggulan gabungan dari demokrasi, ekonomi, dan teknologi kita, Taiwan dan mitra-mitra demokratis kita dapat bekerja sama untuk membangun rantai pasok dan ekonomi yang lebih tangguh," ucapnya.
Salah satu cara Taiwan mendorong hal itu, kata Lai, adalah melalui pembentukan "tim" di berbagai tingkatan.
"Taiwan akan membentuk tim nasional di bidang-bidang tertentu untuk terus memperkuat negara kita. Namun, kami akan melangkah lebih jauh, dengan membangun tim internasional untuk terus memanfaatkan kekuatan solidaritas dengan negara-negara lain," ujarnya.
Forum ini, yang kini memasuki tahun kesembilan dan bertajuk "Prospek Kemitraan Indo-Pasifik: Nilai, Teknologi, dan Ketahanan Taiwan", merupakan bagian dari upaya Taiwan untuk memperluas keterlibatan dengan mitra-mitra regional, kata Lai.
Taiwan telah berupaya menyatukan mitra-mitra demokratis untuk menjaga kebebasan dan melawan meluasnya otoritarianisme, lanjutnya, sambil berusaha melepaskan ketergantungan ekonominya dari Tiongkok dan melakukan diversifikasi ke pasar lain.
Taiwan telah mengurangi ketergantungan ekonominya pada Tiongkok dalam beberapa tahun terakhir, kata Lai. Pada 2010, 83,8 persen investasi luar negeri Taiwan mengalir ke Tiongkok, tetapi angka tersebut turun menjadi 3,75 persen tahun lalu.
Pada saat yang sama, Taiwan telah memperluas kehadirannya di pasar lain, dengan investasi Taiwan di negara-negara Uni Eropa, misalnya, tumbuh sebesar 650 persen selama dekade terakhir, kata Lai.
Amerika Serikat juga menjadi pasar ekspor terbesar Taiwan tahun lalu, dengan ekspor ke AS naik 78 persen, sementara pengiriman ke negara-negara mitra ASEAN dan Asia Selatan meningkat 30,5 persen.
Lai mengatakan Taiwan akan terus berinvestasi dalam teknologi-teknologi canggih seperti fotonik silikon, teknologi kuantum, dan robotika, sambil membangun kekuatan di bidang manufaktur semikonduktor dan desain sirkuit terpadu.
Ia juga menegaskan kembali rencana untuk meningkatkan kemampuan pertahanan, dengan mencatat anggaran pertahanan Taiwan diperkirakan akan mencapai 3,32 persen dari produk domestik bruto tahun ini dan dapat meningkat menjadi 5 persen pada 2030.
Forum ini berlangsung hingga Selasa dan dihadiri beberapa tamu internasional, termasuk mantan Presiden Polandia Lech Wałęsa, mantan Perdana Menteri Fiji Mahendra Pal Chaudhry, dan mantan Wakil Presiden Filipina Leni Robredo.
Anggota parlemen Jepang Keiji Furuya, yang telah menghadiri delapan edisi forum sebelumnya, juga hadir pada upacara pembukaan.
Selesai/JC