AS luncurkan penyelidikan untuk tarif tambahan terhadap 16 mitra dagang termasuk Taiwan

12/03/2026 16:20(Diperbaharui 12/03/2026 16:20)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer. (Sumber Foto : Dokumentasi CNA)
Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer. (Sumber Foto : Dokumentasi CNA)

Washington/Taipei, 12 Mar. (CNA) Amerika Serikat (AS) pada Rabu (11/3) waktu setempat meluncurkan serangkaian investigasi baru terhadap kebijakan dan praktik manufaktur dari 16 mitra dagang, termasuk Taiwan dan Indonesia, dengan alasan kekhawatiran tentang kapasitas berlebih dan produksi berlebihan.

Pengumuman ini dikeluarkan kurang dari tiga pekan setelah Mahkamah Agung AS membatalkan tarif impor global yang diberlakukan Presiden Donald Trump, dan secara luas dipandang sebagai upaya pemerintahannya untuk membangun kembali tekanan tarif terhadap mitra dagang.

Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer mengatakan investigasi yang diluncurkan berdasarkan Bagian 301 dari Undang-Undang Perdagangan tahun 1974 ini akan meneliti apakah kebijakan dan praktik 16 mitra dagang tersebut berkontribusi pada kapasitas berlebih struktural dan produksi di sektor manufaktur dan apakah kebijakan tersebut tidak masuk akal atau diskriminatif.

Mitra ekonomi yang menjadi subjek penyelidikan terbaru ini meliputi Taiwan, Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, Uni Eropa, Singapura, Swiss, Norwegia, Indonesia, Malaysia, Kamboja, Thailand, Vietnam, Bangladesh, Meksiko, dan India, menurut Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat (USTR).

Bagian 301 memungkinkan Washington untuk memberlakukan tarif balasan atas praktik perdagangan yang dianggap tidak adil, termasuk menjalankan surplus perdagangan yang besar.

Greer mengatakan langkah ini mencerminkan dorongan Trump untuk membangun kembali sektor manufaktur AS dan memperkuat rantai pasokan domestik.

Ia mengatakan kelebihan kapasitas struktural di ekonomi asing telah menjadi tantangan bagi upaya Washington untuk mengindustrialisasi kembali Amerika Serikat.

"Di banyak sektor, Amerika Serikat telah kehilangan kapasitas produksi domestik yang substansial atau telah tertinggal secara mengkhawatirkan dari para pesaing asing," ucapnya.

Setelah peluncuran investigasi ini, USTR mengatakan telah meminta konsultasi dengan pemerintah dari 16 mitra dagang tersebut. Sidang publik terkait investigasi ini dijadwalkan akan dimulai pada 5 Mei.

Juru bicara kabinet Michelle Lee. (Sumber Foto : Dokumentasi CNA)
Juru bicara kabinet Michelle Lee. (Sumber Foto : Dokumentasi CNA)

Sementara itu, Juru Bicara Yuan Eksekutif Michelle Lee (李慧芝) menjelaskan melalui pernyataan tertulis bahwa tim negosiasi Taiwan telah terus berkomunikasi secara intensif dengan USTR dan Departemen Perdagangan AS untuk menyiapkan respons terbaik.

AS juga telah memberitahu Taiwan sebelum mengumumkan investigasi Bagian 301, sehingga pemerintah telah siap dengan perkembangan ini, tambah Lee.

Lee mengatakan Taiwan dan AS telah menandatangani perjanjian perdagangan timbal balik (ART), yang di dalamnya telah ada kesepakatan mengenai berbagai isu yang mungkin termasuk dalam investigasi Bagian 301.

Pemerintah, ujarnya, yakin bahwa hasil investigasi akan mencerminkan sepenuhnya hasil negosiasi ART sebelumnya, sehingga keunggulan relatif dan perlakuan terbaik yang diperoleh Taiwan melalui perjanjian itu tetap terjamin.

Menurut Lee, Greer sebelumnya menekankan bahwa terkait pengaruh investigasi Bagian 301 terhadap kesepakatan yang sudah ada dengan negara-negara lain, Trump berharap agar perjanjian tetap dipertahankan.

(Oleh Elaine Hou, Christie Chen, Lai Yu-chen, dan Jason Cahyadi)

>Versi Bahasa Inggris

Selesai/IF

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.