Taipei, 10 Mar. (CNA) Pengadilan Distrik Hualien pada Senin (10/3) malam membebaskan Kepala Desa Guangfu, Lin Ching-shui (林清水), dengan jaminan sebesar NT$1 juta (Rp530,9 juta), dengan syarat ia mengenakan alat pemantau elektronik.
Lin dan dua pejabat kantor desa lainnya dituntut sebelumnya pada hari yang sama oleh Kejaksaan Distrik Hualien atas dugaan kegagalan mereka mengevakuasi warga sebelum terjadinya jebolnya danau bendungan Sungai Matai'an pada 23 September 2025.
Banjir akibat jebolnya bendungan tersebut menyebabkan 19 orang tewas dan lima lainnya hilang.
Kejaksaan menuntut ketiga pejabat tersebut atas tuduhan menyebabkan bencana karena kelalaian tugas, pembunuhan karena kelalaian, dan pemalsuan data evakuasi.
Mereka menuntut hukuman penjara sepuluh tahun untuk Lin, dengan alasan ia menyangkal tanggung jawab dan tidak menunjukkan penyesalan.
Menurut kejaksaan, Lin gagal memimpin operasi tanggap darurat setelah peringatan dikeluarkan mengenai potensi bencana.
Ia juga meninggalkan posnya untuk menerima implan gigi di Kelurahan Fenglin setelah peringatan merah yang merekomendasikan evakuasi wajib telah dikeluarkan, kata kejaksaan.
Kejaksaan juga menyebut bahwa ketiga pejabat tersebut memalsukan data evakuasi dalam laporan kepada Pemerintah Kabupaten Hualien dan pemerintah pusat, dengan Lin mengklaim bahwa evakuasi pencegahan telah selesai meskipun masih ada warga yang berada di zona bahaya.
Lin telah ditahan sejak 15 Januari karena kekhawatiran ia dapat bersekongkol dengan rekan atau saksi, atau berusaha melarikan diri.
Selesai/JC