Taipei, 10 Mar. (CNA) Pengadilan Distrik Taipei telah menolak permintaan kejaksaan untuk menahan seorang pria yang diduga mencoba memasuki kompleks Kantor Kepresidenan di Taipei dengan membawa pisau pada Senin (9/3), dan memerintahkan agar ia dibebaskan tanpa jaminan.
Kejaksaan mengajukan permohonan penahanan terhadap tersangka, pria bermarga Lee (李), atas dugaan melakukan ancaman yang membahayakan keselamatan publik, dengan alasan adanya kecurigaan kuat atas tindakan kriminal dan risiko ia dapat melakukan aksi serupa.
Namun, setelah meninjau kasus, pengadilan hari Selasa memerintahkan Lee dibebaskan tanpa jaminan, dengan keputusan bahwa tidak ada dasar hukum untuk penahanan dan meminta kejaksaan mempertimbangkan penempatan sementara untuk evaluasi kesehatan mental, mengingat kekhawatiran yang dikonfirmasi keluarganya.
Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 02.50 hari Senin ketika tersangka tiba dengan taksi dari Kota Keelung dan mengacungkan pisau di depan Kantor Kepresidenan, sambil berteriak, "Tuhan menyuruh saya membunuh komunis."
Kepolisian kota segera menuju lokasi setelah diberitahu polisi militer, dan kedua kelompok petugas tersebut menangkap Lee. Tidak ada yang terluka dalam insiden ini.
Menurut polisi saat itu, pisau tersebut telah diambil dari Lee, yang tampaknya sedang mencoba mengungkapkan keluhannya.
Juru bicara Kantor Kepresidenan Karen Kuo (郭雅慧) hari Senin mengatakan pria tersebut dengan cepat dilumpuhkan petugas keamanan dan kompleks tetap aman.
Selesai/IF