Penabrak maut pekerja migran hilang kontak di Changhua divonis 2,5 tahun

08/03/2026 11:12(Diperbaharui 08/03/2026 11:12)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

(Sumber Foto : Dokumentasi kontributor pribadi)
(Sumber Foto : Dokumentasi kontributor pribadi)

Taipei, 8 Mar. (CNA) Seorang wanita yang dua tahun lalu mengemudi dalam keadaan mabuk di Kabupaten Changhua lalu menabrak seorang pekerja migran hilang kontak hingga tewas telah divonis penjara dua tahun enam bulan, menurut putusan hakim warga di Pengadilan Distrik Changhua.

Pengadilan Distrik Changhua hari Jumat (6/3) merilis siaran pers yang menyatakan bahwa pada larut malam 1 Februari 2024, seorang wanita bermarga Chen (陳) minum alkohol di rumah temannya, kemudian diantar pulang oleh sang teman ke tempat tinggal sewanya di Jalan Shanjiao, Desa Dacun.

Pada sekitar pukul 01.30 tanggal 2 Februari, sebelum kadar alkohol dalam tubuhnya benar-benar hilang, ia mengemudi mobil menyusuri Jalan Shanjiao dari arah selatan ke utara, menurut pengadilan.

Karena pengaruh alkohol, ia melaju melebihi batas kelajuan dan masuk ke jalur berlawanan arah, lalu menabrak sepeda motor yang dikendarai pekerja migran dari arah berlawanan, kata pengadilan. Korban mengalami luka berat dan akhirnya meninggal dunia.

Setelah menerima laporan, polisi datang ke lokasi dan mengukur kadar alkohol dalam napas Chen, yang tercatat mencapai 1,07 miligram per liter, kata pengadilan.

Majelis Pengadilan Hakim Warga Negara di Pengadilan Distrik Changhua mengatakan mereka menilai bahwa terdakwa telah membahayakan keselamatan lalu lintas publik dan melakukan pelanggaran yang serius.

Ini termasuk dengan mengemudi dalam kelajuan yang mencapai 128 kilometer per jam, melaju di jalur berlawanan hingga menabrak dan menewaskan pengendara, lalu menabrak tiang listrik di pinggir jalan yang menyebabkan pemadaman listrik bagi warga sekitar, kata majelis.

Namun, hakim warga juga mengatakan mereka telah mempertimbangkan bahwa terdakwa memiliki pekerjaan yang stabil dan tidak memiliki catatan kriminal sebelumnya.

Mereka juga mempertimbangkan bahwa meskipun penyelesaian ganti rugi perdata dalam kasus ini cukup sulit, terdakwa tetap berusaha memberikan kompensasi kepada keluarga korban, sementara ibu mendiang juga menyatakan tidak lagi ingin menuntut pertanggungjawaban pidana, kata hakim warga.

Selain itu, kata hakim warga, tidak ada bukti bahwa terdakwa memiliki kebiasaan mabuk berat, sehingga mereka menilai kemungkinan baginya untuk memperbaiki dirinya tinggi dan risikonya mengulangi perbuatan serupa rendah.

Oleh karena itu, kata pengadilan, ia dijatuhi hukuman penjara dua tahun enam bulan atas tindak pidana mengemudi secara tidak aman yang menyebabkan kematian.

Putusan ini dapat diajukan banding.

(Oleh Cheng Wei-chen dan Jason Cahyadi)

Selesai/ja

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.