New Taipei, 11 Mar. (CNA) Departemen Kesehatan Kota New Taipei hari Selasa (10/3) mengumumkan pihaknya di sepanjang tahun 2025 telah menindak berbagai iklan ilegal yang mencakup produk makanan, kosmetik, obat-obatan, alat kesehatan, hingga barang umum, dengan denda total lebih dari NT$ 60,89 juta (Rp32,32 miliar).
Ma Ching-yeh (馬景野), wakil direktur departemen tersebut, menyatakan bahwa dari 885 iklan ilegal yang ditindak, produk makanan mendominasi dengan 594 kasus (67 persen), diikuti kosmetik sebanyak 203 (23 persen), obat-obatan dan alat kesehatan dengan 73 (8 persen), serta barang umum sebanyak 15 (2 persen).
Internet menjadi media utama penayangan iklan ilegal dengan 807 kasus (91 persen), disusul saluran televisi sebanyak 65 (7 persen), media cetak dengan tujuh (1 persen), dan radio sebanyak enam (1 persen), kata Ma dalam sebuah jumpa pers, Senin.
Hal ini, menurutnya, menunjukkan bahwa rendahnya hambatan untuk memasang iklan di internet, cepatnya penyebaran informasi, serta populernya media sosial dan aplikasi pesan singkat telah secara tidak langsung mendorong tingginya proporsi iklan ilegal di dunia maya.
Ma menegaskan bahwa baik produk makanan maupun kosmetik yang ditindak pihaknya sama sekali tidak memiliki fungsi pengobatan medis.
Berdasarkan statistik, ujarnya, iklan makanan yang melanggar hukum kerap menggunakan bahasa berlebihan seperti "menurunkan berat badan/pelangsing", "memperbaiki kulit", dan "meningkatkan metabolisme".
Sementara itu, tambah Ma, iklan kosmetik banyak yang mengklaim dapat "menghilangkan kerutan", "mendorong aktivitas sel", serta "melawan jerawat dan antiinflamasi".
Untuk kategori obat-obatan dan alat kesehatan, sebagian besar pelanggaran berkaitan dengan pemasangan iklan tanpa kualifikasi sebagai pedagang obat atau tanpa persetujuan resmi, menurut Ma.
Sedangkan untuk barang umum, pelanggaran sering ditemukan pada klaim yang dapat memperbaiki penyakit ginekologi atau memiliki efek penghilang rasa sakit dan antiinflamasi, yang dengan mudah menyebabkan konsumen salah paham terhadap fungsi produk, ucapnya.
(Oleh Wang Hung-kuo dan Agoeng Sunarto)
Selesai/JC