Taipei, 9 Mar. (CNA) Seorang imigran baru asal Vietnam di Kabupaten Changhua telah merintis sebuah kios kecil di pasar hingga berkembang menjadi tempat makan dengan cabang, menyajikan cita rasa masakan khas kampung halamannya sampai meraih prestasi internasional, kata Direktorat Jenderal Imigrasi (NIA).
NIA dalam sebuah rilis pers menceritakan bahwa imigran baru tersebut, yang dikenal sebagai Hu Ming-li (胡明理), telah menetap di Taiwan selama lebih dari 20 tahun setelah menikah. Pada awal merintis usaha, ia bekerja sebagai penerjemah sambil membuka kios kue telur di pasar tradisional pada akhir pekan.
Setelah mulai terbiasa, ia mulai menekuni usaha tersebut sepenuhnya. Karena merindukan cita rasa kampung halamannya, ia kemudian juga mulai menjual roti khas Vietnam, yang awalnya belum begitu diterima masyarakat Taiwan seiring sebagian besar pelanggan hanya mencoba karena penasaran, kata NIA.
Namun, Hu tidak menyerah. Demi menghadirkan rasa autentik, ia bahkan berkali-kali menelepon keluarganya di Vietnam untuk meminta ibunya mengajarkan cara memasak tradisional.
Melalui berbagai percobaan dan penyesuaian yang tak terhitung jumlahnya, ia akhirnya berhasil menciptakan cita rasa yang sangat disukai pelanggan dan perlahan-lahan membangun reputasinya, menurut NIA.
Di toko, mulai dari pemilihan bahan hingga proses fermentasi roti, semuanya Hu tangani sendiri dengan penuh ketelitian, kata NIA. Ia juga membuat sendiri bakcang Vietnam serta mengembangkan berbagai jenis camilan.
Untuk terus meningkatkan keterampilan memasaknya, Hu setiap tahunnya rutin pulang ke kampung halaman untuk bertukar teknik dengan koki profesional, kata NIA.
Hu juga bekerja sama dengan adiknya yang berkecimpung dalam dunia kue di Vietnam untuk mengembangkan produk baru. Salah satu hasilnya adalah "kue nyonya" bertekstur kenyal, yang kini menjadi menu andalan toko tersebut, kata NIA.
Kecintaan terhadap dunia kuliner inilah yang akhirnya membuat Hu berhasil membuka cabang kedua, menurut NIA. Dari makanan lokal sederhana, usahanya kini melangkah ke panggung internasional. Ia pernah meraih berbagai prestasi dalam kompetisi kuliner internasional di Taiwan, Kanada, dan Belgia.
Hu mengatakan bahwa dunia kuliner telah memberinya arah hidup dan rasa pencapaian. Ke depannya, ucapnya, ia akan terus membagikan kelezatan lintas negara ini kepada lebih banyak orang.
Kepala Kantor Layanan Changhua NIA Chen Chun-hsuan (陳駿璿) mengatakan bahwa para imigran baru merupakan kekuatan penting dalam masyarakat Taiwan.
Melalui kunjungan lapangan, ujarnya, NIA berupaya memahami tantangan yang dihadapi para imigran baru dalam proses berwirausaha, sekaligus memberikan dukungan dan bantuan yang diperlukan.
Chen mengatakan pihaknya juga melihat banyak kisah mengharukan tentang bagaimana para imigran baru membangun karier yang gemilang dan mewujudkan nilai diri mereka di tanah ini.
Selesai/IF