Taipei, 8 Mar. (CNA) Hanya 2,9 persen pegawai di perusahaan dengan lebih dari 30 pekerja yang telah mengajukan permohonan untuk mengurangi jam kerja mereka karena alasan pengasuhan anak dalam setahun terakhir, menurut survei yang dirilis Jumat (6/3) oleh Kementerian Ketenagakerjaan (MOL).
Di bawah hukum Taiwan, pekerja di perusahaan dengan 30 atau lebih pegawai yang merawat anak di bawah usia 3 tahun dapat meminta pengurangan satu jam dalam jam kerja harian mereka tanpa upah, atau mengajukan penyesuaian jam kerja. Karyawan badan usaha yang lebih kecil juga dapat bernegosiasi untuk pengaturan serupa dengan pemberi kerja.
Survei tersebut menemukan bahwa 81,4 persen perusahaan mengatakan mereka akan mengizinkan permintaan pengurangan jam, dengan rata-rata pengurangan yang disetujui sebesar 1,1 jam per hari.
Tingkat persetujuan melebihi 94 persen di industri yang terlibat dalam administrasi publik dan pertahanan, penerbitan dan teknologi informasi komunikasi, serta pasokan listrik dan gas.
Di antara perusahaan yang mengizinkan pegawai mengurangi jam kerja, 90,1 persen tidak memberikan upah untuk jam yang dikurangi, sementara 5,8 persen memberikan upah penuh dan 4 persen memberikan upah sebagian.
Jika hukum mewajibkan pemberi kerja membayar upah untuk jam yang dikurangi, 25,8 persen perusahaan mengatakan mereka masih akan mengizinkan pengaturan tersebut.
Perusahaan yang menolak permintaan paling sering menyebutkan ketersediaan opsi cuti alternatif (76,2 persen), keterbatasan staf (20,5 persen), dan sifat operasi bisnis mereka (11,1 persen).
MOL melakukan survei ini pada bulan Agustus dan September tahun lalu, mengumpulkan tanggapan dari 3.243 pemberi kerja dan 6.920 pegawai, termasuk 4.802 perempuan dan 2.118 laki-laki, sebagai bagian dari studi kesetaraan kerja.
Selesai/JC