Taipei, 3 Mar. (CNA) Seorang pekerja migran hilang kontak asal Vietnam, yang pada akhir tahun lalu menabrak seorang pengendara sepeda motor lansia hingga tewas saat ia mengemudikan mobil di Kabupaten Nantou, telah ditahan melalui persetujuan pengadilan.
Sebuah van pada 27 Desember tahun lalu bertabrakan adu banteng dengan sepeda motor di ruas Jalan Changnan Bagian 3, Kota Nantou, menyebabkan pengendara lansia meninggal dunia. Usai kecelakaan, sejumlah pria berlari keluar dari mobil dan berpencar melarikan diri.
Setelah menerima laporan, Kantor Polisi Nantou melaporkan kasus tersebut kepada Kantor Kejaksaan Distrik Nantou Taiwan untuk diselidiki atas dugaan tindak pidana tabrak lari yang mengakibatkan kematian.
Kantor Polisi Nantou dalam sebuah siaran pers hari Selasa (3/3) menyatakan bahwa kendaraan pelaku ditinggalkan setelah kejadian dan tidak ada saksi mata.
Kepolisian kemudian memperluas penelusuran rekaman kamera pengawas di sepanjang jalur, membandingkan ciri-ciri orang dan kendaraan yang melintas serta jejak pergerakan kendaraan, hingga mengidentifikasi kelompok tersebut sebagai pekerja migran hilang kontak, kata kantor polisi.
Polisi lalu menelusuri dan mengetahui lokasi persembunyian mereka, dan baru-baru ini menggelar operasi penangkapan bersama petugas Direktorat Jenderal Imigrasi, kata kepolisian.
Menurut Kantor Polisi Nantou, pihaknya menangkap seorang pekerja migran asal Vietnam sebagai pengemudi, pemilik kendaraan yang juga berkewarganegaraan Vietnam, serta sembilan pekerja migran hilang kontak lainnya.
Setelah pemeriksaan, seluruh kasus diserahkan ke Kantor Kejaksaan Distrik Nantou atas dugaan melanggar pasal mengemudikan kendaraan bermotor yang menyebabkan kematian dan melarikan diri dari kecelakaan, kata kantor polisi.
Kejaksaan kemudian mengajukan permohonan penahanan terhadap pengemudi van tersebut ke Pengadilan Distrik Nantou Taiwan, yang mengabulkannya, kata kantor polisi.
(Oleh Hsiao Po-yang dan Jason Cahyadi)
Selesai/IF