Taipei, 3 Mar. (CNA) Pengadilan Tinggi Taiwan Cabang Taichung pada hari Senin (2/3) memerintahkan sebuah peternakan wisata populer dan seorang kontraktor untuk membayar kompensasi sebesar NT$710.000 (Rp380 juta) atas insiden tahun 2021 di mana seekor kuda menggigit dan melukai telinga seorang anak, membatalkan putusan pengadilan tingkat bawah yang membebaskan mereka dari tanggung jawab hukum.
Insiden tersebut terjadi pada April 2021, ketika sepasang suami istri bermarga Tsai (蔡) dan Lee (李) membawa putra mereka yang berusia 2 tahun ke Peternakan Qingjing di Kecamatan Ren'ai, Nantou.
Saat Lee mengangkat putranya untuk berfoto di luar kandang tempat anak-anak bisa memberi makan kuda-kuda peternakan, seekor kuda menjulurkan kepalanya, menggigit telinga kanan anak laki-laki itu dan menariknya, menyebabkan ibu dan anak tersebut terjatuh ke tanah.
Telinga anak berusia 2 tahun itu robek akibat gigitan tersebut, menyebabkan kerusakan tulang rawan yang memerlukan operasi rekonstruksi, serta memar di area belakang telinga.
Dalam persidangan awal di Pengadilan Distrik Nantou, hakim mencatat bahwa kuda-kuda peternakan ditempatkan di dalam kandang berpagar dengan tali di sekelilingnya, ada seorang staf yang berjaga, dan terdapat papan peringatan agar pengunjung menjaga jarak aman.
Berdasarkan hal tersebut, pengadilan menemukan bahwa peternakan dan kontraktor yang bertanggung jawab atas kandang tersebut telah cukup memenuhi kewajiban mereka untuk melindungi keselamatan pengunjung, sementara ibu anak tersebut gagal mematuhi peringatan dengan mendekat terlalu dekat ke kuda untuk berfoto.
Pengadilan memutuskan bahwa keluarga tersebut tidak berhak atas kompensasi sebesar NT$2,31 juta yang mereka tuntut.
Namun, dalam banding ke Pengadilan Tinggi, keluarga Tsai berargumen bahwa mereka tidak melihat papan peringatan atau staf karena kerumunan orang yang besar di sekitar kandang.
Mereka juga mengatakan bahwa adalah kontradiktif untuk memasang papan peringatan bahwa kuda bisa menggigit, tetapi tidak memasang pagar yang lebih tinggi untuk mencegah hal itu terjadi.
Dalam putusannya pada hari Senin, Pengadilan Tinggi sebagian mendukung argumen keluarga tersebut, sambil juga mencatat bahwa kontraktor telah mengambil langkah-langkah keamanan tambahan setelah insiden gigitan, sehingga secara tidak langsung mengakui bahwa langkah-langkah sebelumnya belum memadai.
Pengadilan memerintahkan peternakan dan kontraktor untuk membayar kompensasi gabungan sebesar NT$710.000 kepada keluarga tersebut, mencakup biaya pengobatan anak laki-laki itu dan kerugian emosional, serta ganti rugi hukuman.
Putusan ini dapat diajukan banding.
Selesai/IF