Taipei, 26 Feb. (CNA) Kementerian Lingkungan Hidup (MOENV) Taiwan pada Kamis (26/2) mengingatkan warga bahwa lampion yang dijual di pasaran sering kali mengandung baterai kancing yang, jika dibuang sembarangan, berisiko memicu kebakaran dan mencemari lingkungan.
Berdekatan dengan Festival Lentera yang jatuh pada 3 Maret tahun ini, berbagai model lampion telah membanjiri pasar. Melalui siaran persnya, MOENV menekankan bahwa lampion kertas yang sedang populer memiliki desain yang ringan, sehingga masyarakat kerap lalai bahwa terdapat baterai kancing di dalamnya.
Jika lampion tersebut langsung dibuang ke tempat sampah umum, hal itu dapat menyebabkan hubungan arus pendek, kebakaran, serta polusi lingkungan, kata kementerian.
MOENV menegaskan agar masyarakat memastikan baterai telah dilepas sebelum membuang lampionnya. Selain itu, jika lampion sudah tidak digunakan lagi, baterai juga disarankan untuk segera dikeluarkan guna mencegah kerusakan barang akibat kebocoran cairan baterai karena penyimpanan yang terlalu lama.
Kementerian juga memberikan tips bahwa baterai yang masih memiliki sedikit daya setelah dikeluarkan dapat dialihkan ke produk elektronik dengan konsumsi daya rendah seperti jam beker atau kendali jarak jauh.
Untuk baterai yang sudah habis total, masyarakat dapat menggunakan selotip untuk menutup kutub positif dan negatif sebagai langkah isolasi sederhana, lalu menyimpannya dalam wadah khusus. Setelah terkumpul dalam jumlah tertentu, baterai dapat dibawa ke pusat daur ulang terdekat, lanjut MOENV.
Langkah "lepas, simpan, daur ulang" sangat penting untuk memastikan keamanan lingkungan tempat tinggal, kata MOENV, menambahkan bahwa baterai mengandung sumber daya yang dapat digunakan kembali, sehingga menyerahkannya ke jalur daur ulang profesional akan membantu sirkulasinya agar kembali bernilai guna.
(Oleh Chang Hsiung-feng dan Agoeng Sunarto)
Selesai/JC